- Kemendag pangkas HPE konsentrat tembaga periode II April 2026 jadi USD 6.174,75 per WMT, turun 4,97%.
- Harga referensi emas melorot ke USD 4.589,33 per troy ounce akibat penguatan dolar AS.
- Permintaan fisik tembaga lesu dipicu penurunan impor Tiongkok dan tumpukan stok global.
Suara.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) untuk produk pertambangan yang dikenakan Bea Keluar (BK) periode kedua April 2026. Dalam penetapan terbaru ini, mayoritas komoditas unggulan seperti konsentrat tembaga dan logam mulia mencatatkan penurunan harga yang cukup dalam.
Berdasarkan Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 624 Tahun 2026, HPE konsentrat tembaga ditetapkan sebesar USD 6.174,75 per Wet Metric Ton (WMT). Angka ini menyusut 4,97% dibandingkan periode sebelumnya yang bertengger di level USD 6.497,50 per WMT.
Tak hanya tembaga, kilau logam mulia pun meredup. HPE emas ditetapkan turun menjadi USD 147.550,12 per kilogram dari sebelumnya USD 157.267,62 per kilogram. Sejalan dengan itu, Harga Referensi (HR) emas terkoreksi ke level USD 4.589,33 per troy ounce dari posisi sebelumnya USD 4.891,57 per troy ounce.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, mengungkapkan bahwa tren bearish ini dipicu oleh sentimen makroekonomi global yang kurang menguntungkan.
"Penurunan harga emas dan perak terutama dipengaruhi penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil (yield) yang menekan daya tarik logam mulia sebagai non-yield asset," ujar Tommy kepada wartawan, Rabu (15/4).
Khusus untuk tembaga, Tommy menyoroti dua faktor utama yakni peningkatan stok tembaga global yang terpantau melimpah dan lesunya permintaan pasar Tiongkok.
Data yang dihimpun Kemendag menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi selama periode pengumpulan data:
- Tembaga: Turun 2,93%.
- Emas: Turun 6,18%.
- Perak: Melemah paling dalam hingga 9,65%.
Tommy menegaskan, penetapan HPE ini telah melalui koordinasi ketat lintas kementerian, mulai dari Kemenko Perekonomian, ESDM, Keuangan, hingga Kemenperin. Data acuan yang digunakan bersumber dari bursa komoditas internasional seperti London Metal Exchange (LME) dan London Bullion Market Association (LBMA).
Kebijakan harga ini berlaku efektif mulai tanggal 15 hingga 30 April 2026.
Baca Juga: Emas Antam Lompat Tinggi Jadi Rp 2.893.000/Gram, Cek Daftar Harganya
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru