- BP BUMN menunjuk PT Pos Indonesia memimpin konsolidasi 15 perusahaan BUMN sektor logistik menjadi satu entitas nasional.
- Pertemuan para pelaku BUMN logistik di Jakarta bertujuan menyatukan visi integrasi ekosistem distribusi demi meningkatkan efisiensi operasional.
- Konsolidasi ini diharapkan mengoptimalkan aset dan jaringan luas PT Pos Indonesia guna menekan biaya logistik nasional.
Suara.com - Badan Pengaturan (BP) BUMN tengah menyisir satu-satu BUMN sektor logistik untuk dikonsolidasikan menjadi Holding BUMN Logistik. Salah satu yang menjadi pemimpin atau lead holding tersebut yaitu PT Pos Indonesia (Persero).
Namun, bagaimana persiapan PT Pos Indonesia untuk hadapi konsolidasi BUMN logistik tersebut?
Dalam hal ini, BUMN logistik melakukan pertemuan untuk menyatuka visi dalam pengbangan ekosistem logistik yang terintegrasi. Adapun, BUMN yang lakukan diantaranya PT Multi Terminal Indonesia, PT Prima Indonesia Logistik, PT Pos Logistik Indonesia, PT Sarana Bandar Logistik, PT KBN Prima Logistik, PT Varia Usaha Dharma Segara, PT Krakatau Jasa Logistik, dan PT Berdikari Logistik Indonesia.
Direktur Utama Pos Indonesia, Daud Joseph, mengatakan, melalui konsolidasi ini, diharapkan koordinasi antar BUMN dan anak perusahaan semakin solid. Selain itu, konsolidasi ini bisa menciptakan efisiensi dari sisi operasional.
"Harapannya ini mampu mengoptimalkan kapasitas, meningkatkan efisiensi distribusi, serta memperkuat daya saing logistik nasional," ujarnya di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Diketahui, Pos Indonesia memiliki jaringan yang luas hingga ke pelosok negeri. Saat ini, Pos Indonesia didukung oleh ribuan titik layanan yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk lebih dari 4.000 kantor pos dan puluhan ribu agen pos yang menjangkau hingga tingkat kecamatan dan desa. Infrastruktur ini menjadi salah satu kekuatan utama dalam mendukung integrasi logistik nasional.
Jaringan distribusi yang dimiliki Pos Indonesia juga diperkuat dengan armada transportasi darat, laut, dan udara yang terhubung secara sistematis.
Hal ini memungkinkan proses pengiriman barang menjadi lebih cepat, efisien, dan mampu menjangkau wilayah terpencil yang selama ini sulit diakses oleh penyedia logistik lainnya.
Pos Indonesia, bersinergi dengan banyak pihak dalam memperkuat rantai pasok dari hulu ke hilir, terutama dalam mendukung distribusi barang industri, pangan, hingga e-commerce.
Baca Juga: Pemerintah Kebut Restrukturisasi BUMN, 15 Perusahaan Logistik Akan Digabung Jadi Satu
Tidak hanya itu, transformasi digital juga menjadi fokus utama Pos Indonesia dalam meningkatkan kualitas layanan. Berbagai inovasi berbasis teknologi terus dikembangkan, mulai dari sistem pelacakan real-time, hingga pengembangan layanan berbasis aplikasi untuk memudahkan pelanggan dalam mengakses layanan.
Konsolidasi ini juga diharapkan mampu menekan biaya logistik nasional. Dengan integrasi layanan dan optimalisasi aset BUMN, efisiensi dapat tercapai sehingga berdampak positif terhadap daya saing produk dalam negeri.
Sebelumnya, Kepala BP BUMN, Dony Oskaria Pemerintah berencana menggabungkan 15 BUMN logistik menjadi satu entitas logistik nasional sebagai bagian dari penguatan ekosistem distribusi.
"Pemerintah berencana menggabungkan 15 BUMN logistik menjadi satu entitas logistik nasional sebagai bagian dari penguatan ekosistem distribusi," katanya beberapa waktu lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik