- Indeks Harga Saham Gabungan naik 0,20 persen ke level 7.636 pada sesi pertama perdagangan Jumat, 17 April 2026.
- Sentimen positif global dipicu pernyataan Presiden AS terkait konflik Iran serta gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.
- Pemerintah Indonesia mendapatkan sentimen positif dari lembaga pemeringkat S&P yang memberikan peringkat kredit investment grade BBB stabil.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih kuat menghijau pada sesi pertama perdagangan Jumat, 17 April 2026 di tengah kombinasi sentimen global dan domestik yang cenderung positif. IHSG naik 15,51 poin atau 0,20 persen ke level 7.636 pada sesi I.
Mengutip riset Pilarmas Investindo Sekuritas, penguatan IHSG terjadi di tengah pergerakan bursa Asia yang justru didominasi pelemahan. Investor di kawasan tersebut cenderung melakukan aksi ambil untung setelah reli kuat dalam beberapa waktu terakhir.
Sentimen global masih dipengaruhi perkembangan geopolitik, khususnya terkait konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa perang dengan Iran akan segera berakhir.
Trump menyebut Teheran telah menyetujui sejumlah persyaratan, termasuk menghentikan ambisi nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz.
Selain itu, ia juga mengumumkan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon, yang dinilai dapat membuka jalan bagi negosiasi lanjutan antara AS dan Iran.
Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut lembaga pemeringkat Standard & Poor's (S&P) akan memberikan peringkat kredit Indonesia di level investment grade BBB dengan outlook stabil.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan Sesi I, sebanyak 22,37 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 8,16 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,36 juta kali.
Dalam perdagangan sesi I, sebanyak 355 saham bergerak naik, sedangkan 304 saham mengalami penurunan, dan 300 saham tidak mengalami pergerakan.
Baca Juga: IHSG Bangkit pada Jumat Pagi, Cek Saham-saham yang Cuan
Pada sesi pertama hari ini, sejumlah saham mencatatkan penguatan signifikan, di antaranya NIRO, DEFI, AGAR, WBSA, dan KETR.
Sementara itu, saham yang mengalami pelemahan terbesar meliputi DEPO, BIKE, AYLS, PSDN, dan IMJS.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Bahlil Beri Sinyal Harga BBM Nonsubsidi Naik Bulan Depan?
-
Dukung Industri Kreatif, JNE Jadi Official Logistics Partner Dalam Gelaran "Let Them Eat Art"
-
Kebijakan DMO Jaga Harga Minyak Goreng Tetap Stabil
-
14 Cara Mendapatkan Uang dari HP untuk Penghasilan Tambahan
-
Gandeng OpenAI, Novo Nordisk Percepat Revolusi AI di Sektor Kesehatan
-
Danantara Kantongi Dividen Rp16,67 Triliun dari BBRI, Sinyal Positif Bagi Pasar
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Jambi Tembus 2.775 TEUs di Maret 2026
-
5 Langkah Praktis Top Up Token Listrik di Blibli
-
Impor Minyak Rusia Mulai Dieksekusi Bulan Ini
-
Mengapa Prabowo Membeli Minyak Rusia?