Bisnis / Energi
Jum'at, 17 April 2026 | 14:15 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia di Istana Kepresidenan, Jakarta yang dikutip pada Jumat (17/4/2026). [Suara.com/Novian]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo dan Presiden Putin menjalin kerja sama strategis sektor energi di Moskow pada 13 April 2026.
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan Rusia akan menyuplai minyak mentah serta membangun infrastruktur kilang dan penyimpanan energi.
  • Kedua negara saat ini sedang memfinalisasi rincian teknis serta nilai investasi untuk penguatan ketahanan energi nasional Indonesia.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkap kerja sama antara Indonesia dengan Rusia di sektor energi tidak mencakup perdagangan minyak dan gas (migas), tetapi juga meliputi pengembangan kilang minyak, dan peningkatan pemanfaatan teknologi energi.

Adapun kerja sama antar kedua negara tersebut terwujud setelah pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Senin (13/4/2026).

Dalam agenda tersebut Bahlil turut serta dalam rombongan Presiden Prabowo, dan telah bertemu dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev

"Alhamdulillah cukup menggembirakan bahwa kita akan mendapat pasokan crude dari Rusia. Dan juga dari pihak Rusia akan siap membangun beberapa infrastruktur yang penting, dalam rangka meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional kita," kata Bahlil di Istana Kepresidenan yang dikutip, Jumat (17/4/2026).

Bahlil menjelaskan, terkait dengan investasi pembangunan kilang masih dalam proses pembahasan. Oleh karenanya, Bahlil belum dapat menjelaskan teknisnya, karena masih menunggu finalisasi.

"Itu salah satu poin yang kemarin kita bicarakan bahwa memang ada beberapa investasi mereka yang sudah siap untuk masuk, tetapi finalisasinya tunggu ada satu dua putaran lagi dengan kami khusus untuk menyangkut dengan kilang dan storage. Nanti baru kami akan sampaikan," jelasnya.

Begitu juga dengan nilai investasinya yang masih dalam proses pembahasan, namun dipastikan Bahlil akan segera selesai dibahas.

"Untuk investasi kilang dan storage itu masih dalam pembahasan angka sedikit lagi selesai," pungkasnya.

Baca Juga: Indonesia Beli Migas dari Rusia, Lalu Bagaimana dengan Amerika? Ini Jawaban Bahlil

Load More