- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan Indonesia tetap menjalin kerja sama impor migas dengan Amerika Serikat dan Rusia.
- Pemerintah menargetkan pemenuhan kebutuhan minyak mentah nasional sebesar 300 juta barel per tahun melalui berbagai mitra internasional.
- Kesepakatan dengan Rusia mencakup impor migas, pengembangan kilang, serta teknologi energi melalui skema kerja sama G2G dan B2B.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan penjelasan mengenai kelanjutan rencana pembelian minyak dan gas dari Amerika Serikat (AS) setelah tercapainya kesepakatan impor serupa dengan Rusia.
Bahlil menjelaskan bahwa kebutuhan minyak mentah nasional mencapai 300 juta barel per tahun. Dengan kebutuhan sebesar itu, pemerintah akan mengoptimalkan pasokan dari setiap negara mitra di tengah ketidakpastian situasi geopolitik saat ini.
"Pasti pertanyaan kemudian adalah apakah dengan kita membeli crude dari Rusia kemudian bagaimana perjanjian kita dengan negara lain termasuk dengan Amerika?" kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta yang dikutip pada Jumat (17/4/2026).
"Saya katakan bahwa kebutuhan crude kita setiap tahun itu kurang lebih sekitar 300 juta barel. Jadi semuanya kita ambil mana yang menguntungkan untuk negara kita, harus kita lakukan," tambahnya.
Bahlil menegaskan bahwa Indonesia menganut prinsip politik bebas aktif, sehingga memiliki kebebasan untuk menjalin kerja sama perdagangan internasional dengan negara manapun.
"Jadi kita boleh belanja di mana saja selama kita komitmen dengan orang-orang atau negara-negara yang telah kita melakukan ajak kerja sama, termasuk Rusia kemudian Afrika, Nigeria. Dan lebih khusus yang kita hargai juga adalah termasuk dengan perjanjian kita dengan Amerika," jelas dia.
Sebagaimana diketahui, Indonesia secara resmi akan mengimpor migas dari Rusia. Kesepakatan tersebut tercapai setelah pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan residen Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Senin (13/4/2026).
Selain rencana pembelian migas, kerja sama antar kedua negara juga mencakup pengembangan kilang minyak, dan peningkatan pemanfaatan teknologi energi.
Adapun kerja sama antara kedua negara dijajaki melalui skema Government to Government atau G2G) maupun business-to-business (B2B).
Baca Juga: Tertekan Data AS dan Sentimen Domestik, Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.180
Melalui kedua skema itu diharapkan memberikan kepastian terhadap ketersediaan cadangan energi nasional, khususnya untuk minyak mentah dan LPG di Indonesia.
Berita Terkait
-
Teka-teki Izin Terbang Pesawat AS di Langit RI, Ancam Kedaulatan?
-
Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina
-
Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.134 per Dolar AS, Simak Prediksi Pergerakannya
-
Negosiasi AS-Iran Berjalan Positif, Donald Trump Malah Tebar Ancaman
-
Iran Tertawakan Blokade AS di Selat Hormuz, Sindir Trump: Warga Amerika akan Rindu Bensin Murah
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Cabai Melonjak Tajam, Telur Ikut Naik, Harga Minyak Goreng Justru Turun
-
Dongkrak Produktivitas Petani Pantura, Petrokimia Gresik Pacu Pendapatan Hingga 15%
-
Trump Isyaratkan Damai dengan Iran, Harga Minyak Kini di Bawah 100 Dolar AS
-
Investor Belanda Jajaki Pengembangan Energi Baru Terbarukan dan Ekonomi di Papua
-
Tertekan Data AS dan Sentimen Domestik, Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.180
-
Harga Emas Antam Terus Terjungkal Hari Ini, Dibanderol Rp 2.868.000/Gram
-
Indonesia Kejar Pasar Amerika, Ekspor Tekstil Jadi Andalan Baru
-
IHSG Bangkit pada Jumat Pagi, Cek Saham-saham yang Cuan
-
Tren Anabul Jadi Anggota Keluarga, OJK Sebut Potensi Besar Asuransi Hewan Peliharaan
-
OJK Minta Pinjol Kasih Utang ke Program MBG