Bisnis / Makro
Senin, 20 April 2026 | 11:34 WIB
Stabilitas pasokan pupuk domestik di tengah memanasnya geopolitik Timur Tengah mendapat apresiasi tinggi dari parlemen. Foto Antara.
Baca 10 detik
  • Stok pupuk nasional tetap stabil meski ada konflik Iran-Israel di Timur Tengah.
  • Pemerintah dan Pupuk Indonesia turunkan harga pupuk subsidi 20% pada tahun 2025.
  • Ketahanan industri hulu ke hilir lindungi RI dari dampak Selat Hormuz.

Suara.com - Stabilitas pasokan pupuk domestik di tengah memanasnya geopolitik Timur Tengah mendapat apresiasi tinggi dari parlemen.

Komisi IV DPR RI menilai sinergi Pemerintah dan PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil menjaga ketahanan pangan nasional meski jalur logistik global tengah terancam.

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PAN, Herry Dermawan, menyoroti ketangguhan industri pupuk dalam negeri yang tetap kokoh meski tensi antara Iran dan Israel-Amerika Serikat meningkat. Menurutnya, Indonesia justru membuat langkah progresif dengan menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi sebesar 20% pada tahun 2025.

"Untuk PT Pupuk, terima kasih. Luar biasa berani menurunkan harga pupuk 20% dan tadi juga sudah dinyatakan walaupun ada perang, insya Allah pupuk kita aman karena bahan baku kita sudah tersedia," ujar Herry dalam Rapat Kerja di Senayan, dikutip Kamis (16/4/2026).

Senada dengan Herry, Anggota Komisi IV dari Fraksi Gerindra, TA Khalid, menegaskan bahwa Indonesia patut bersyukur lantaran ancaman penutupan Selat Hormuz tidak berdampak fatal pada ketersediaan pupuk petani. Padahal, jalur tersebut merupakan urat nadi pasokan pupuk dunia.

Khalid menilai, resiliensi ini adalah buah dari konsistensi pembangunan industri pupuk dari hulu ke hilir yang telah dipupuk sejak era Presiden Soeharto hingga pemerintahan saat ini.

"Kita bangga bahwa problem konflik Timur Tengah tidak berefek pada kita. Konsistensi pemerintah dalam membangun industri pupuk menjadi kunci stabilitas saat ini," tegas Khalid.

Meskipun dinamika global sempat memicu kekhawatiran krisis energi dan bahan baku, kapasitas produksi dalam negeri yang kuat terbukti mampu menjadi tameng bagi sektor pertanian nasional. Dengan kepastian stok dan harga yang lebih terjangkau, diharapkan produktivitas petani tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Baca Juga: Krisis BBM Mengintai, Guru Besar UGM Tawarkan Solusi dari Nyamplung dan Malapari

Load More