- Stok pupuk nasional tetap stabil meski ada konflik Iran-Israel di Timur Tengah.
- Pemerintah dan Pupuk Indonesia turunkan harga pupuk subsidi 20% pada tahun 2025.
- Ketahanan industri hulu ke hilir lindungi RI dari dampak Selat Hormuz.
Suara.com - Stabilitas pasokan pupuk domestik di tengah memanasnya geopolitik Timur Tengah mendapat apresiasi tinggi dari parlemen.
Komisi IV DPR RI menilai sinergi Pemerintah dan PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil menjaga ketahanan pangan nasional meski jalur logistik global tengah terancam.
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PAN, Herry Dermawan, menyoroti ketangguhan industri pupuk dalam negeri yang tetap kokoh meski tensi antara Iran dan Israel-Amerika Serikat meningkat. Menurutnya, Indonesia justru membuat langkah progresif dengan menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi sebesar 20% pada tahun 2025.
"Untuk PT Pupuk, terima kasih. Luar biasa berani menurunkan harga pupuk 20% dan tadi juga sudah dinyatakan walaupun ada perang, insya Allah pupuk kita aman karena bahan baku kita sudah tersedia," ujar Herry dalam Rapat Kerja di Senayan, dikutip Kamis (16/4/2026).
Senada dengan Herry, Anggota Komisi IV dari Fraksi Gerindra, TA Khalid, menegaskan bahwa Indonesia patut bersyukur lantaran ancaman penutupan Selat Hormuz tidak berdampak fatal pada ketersediaan pupuk petani. Padahal, jalur tersebut merupakan urat nadi pasokan pupuk dunia.
Khalid menilai, resiliensi ini adalah buah dari konsistensi pembangunan industri pupuk dari hulu ke hilir yang telah dipupuk sejak era Presiden Soeharto hingga pemerintahan saat ini.
"Kita bangga bahwa problem konflik Timur Tengah tidak berefek pada kita. Konsistensi pemerintah dalam membangun industri pupuk menjadi kunci stabilitas saat ini," tegas Khalid.
Meskipun dinamika global sempat memicu kekhawatiran krisis energi dan bahan baku, kapasitas produksi dalam negeri yang kuat terbukti mampu menjadi tameng bagi sektor pertanian nasional. Dengan kepastian stok dan harga yang lebih terjangkau, diharapkan produktivitas petani tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
Baca Juga: Krisis BBM Mengintai, Guru Besar UGM Tawarkan Solusi dari Nyamplung dan Malapari
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
-
Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
Terkini
-
Tren Menabung Masyarakat Daerah Tinggi, Nasabah Simpeda Melonjak 104%
-
Waduh! Harga Emas Antam Terjun Bebas Rp44 Ribu, Cek Rinciannya Hari Ini
-
Belanja di Luar Negeri Lebih Untung, BRI Beri Cashback dan Cicilan Ringan hingga 36 Bulan
-
Daftar Harga LPG Non Subsidi 2026: 12 Kg Rp228 Ribu dan 5 Kg Rp107 Ribu, Ini Penjelasan Pertamina Pa
-
Kenaikan BBM Non-Subsidi Dinilai Tepat, Bisa Tekan Kompensasi APBN
-
Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg yang Alami Kenaikan
-
1 Lowongan Dilamar 12 Orang, Ini Kondisi Nyata Pasar Kerja Indonesia 2026
-
CIMB Niaga (BNGA) Tebar Dividen Rp4,07 Triliun, Angkat Budiman Tanjung Jadi Direktur Baru
-
Harga Minyak Dunia Melonjak 6 Persen Usai Iran Tutup Selat Hormuz, Brent Tembus 96 Dolar AS
-
Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.172 per Dolar AS, Ini Penyebabnya