- Goldman Sachs menaikkan target MSCI Emerging Markets Index dari 1.850 menjadi 2.000 dalam jangka waktu 12 bulan ke depan.
- Revisi target tersebut didorong oleh lonjakan laba bersih korporasi teknologi di Korea Selatan dan Taiwan terkait permintaan kecerdasan buatan.
- Kinerja pasar saham berkembang pada Mei mencatatkan pertumbuhan 9 persen, melampaui indeks S&P 500 yang hanya mencapai 5 persen.
Suara.com - Lembaga keuangan global, Goldman Sachs, resmi menaikkan target proyeksi 12 bulan untuk indeks saham negara berkembang besutan Morgan Stanley Capital International, atau yang dikenal sebagai MSCI Emerging Markets Index.
Langkah revisi ke atas ini diambil bukan tanpa alasan. Goldman Sachs melihat adanya prospek cerah dari lonjakan laba bersih korporasi yang berkaitan langsung dengan ekosistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Bank investasi asal Amerika Serikat tersebut mengatrol target indeks acuan dari yang sebelumnya berada di level 1.850 kini melonjak ke posisi 2.000.
Target anyar ini mencerminkan adanya ruang pertumbuhan atau potensi kenaikan hingga hampir 12 persen, jika dihitung dari posisi penutupan pasar terakhir yang bertengger di angka 1.787,88.
Performa saham di zona pasar berkembang (emerging markets) memang menunjukkan grafik penguatan yang solid dalam beberapa waktu terakhir.
Aksi reli komoditas saham ini dipimpin oleh bursa di kawasan Asia Utara, khususnya Korea Selatan dan Taiwan, yang mendapatkan durian runtuh dari masifnya implementasi teknologi AI di tingkat global.
Sebagai catatan, MSCI Emerging Markets Index sukses membukukan pertumbuhan sebesar 9 persen sepanjang bulan Mei.
Catatan impresif tersebut berhasil mengungguli performa indeks saham bergengsi Amerika Serikat, S&P 500, yang pada periode sama hanya mampu tumbuh 5 persen.
"Kami menilai reli yang ditenagai oleh pertumbuhan pendapatan ini masih dapat berlanjut, mengingat siklus ekspansi yang lebih panjang. Kondisi ini mengarah pada peningkatan ekspektasi laba serta target indeks kami di Korea Selatan dan Taiwan," tulis Goldman Sachs dalam nota analisisnya.
Baca Juga: IHSG Ambruk 4 Persen, Bank Mulai Jual Dolar Rp18.000
Tingginya kontribusi Korea Selatan dan Taiwan disebabkan oleh menjamurnya korporasi teknologi berskala raksasa di kedua wilayah tersebut. Permintaan global terhadap komponen cip memori premium melonjak drastis seiring dengan kebutuhan ekspansi pusat data (data center) dunia.
Bahkan, dua produsen semikonduktor terkemuka asal Korea Selatan, SK Hynix dan Samsung Electronics, sukses menembus nilai valuasi fantastis sebesar USD 1 triliun pada bulan lalu.
Lonjakan kapitalisasi pasar ini ditopang oleh keterbatasan pasokan cip di pasar global yang pada akhirnya mengerek harga jual produk ke level tertinggi.
Berita Terkait
-
Day Trading atau Swing Trading? Ini yang Bisa Menguras atau Menyelamatkan Uang Anda
-
IHSG Koreksi di Tengah Isu Pergantian Menkeu, BEI Buka Suara
-
Klaim Calon Presiden Real Madrid Dibantah, Erling Haaland Tegaskan Setia di Manchester City
-
Pemicu IHSG Anjlok 3% hingga 716 Saham Merah di Perdagangan Sesi I
-
IHSG Kacau-Balau, Analis Sarankan Investor Ritel Hati-hati dan Perlu Jaga Modal
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
- Ironi Letjen Lodewyk Pusung: 32 Tahun Setia di Militer, Tumbang dalam 1,5 Tahun Urus Gizi Nasional
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Day Trading atau Swing Trading? Ini yang Bisa Menguras atau Menyelamatkan Uang Anda
-
Warga Bantah Isu Eksodus di PSN Wanam, Justru Harap Ekonomi dan Lapangan Kerja Makin Tumbuh
-
UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya
-
Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's
-
DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga
-
IHSG Koreksi di Tengah Isu Pergantian Menkeu, BEI Buka Suara
-
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Nasional Lewat Inovasi Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
-
Kabar Pasar Saham Indonesia Turun ke Frontier Market MSCI, BEI Buka Suara
-
Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas
-
Prodi Kebidanan dan Manajemen Paling Banyak Ditutup Tahun 2026, Efek Sepi Peminat?