Bisnis / Makro
Kamis, 04 Juni 2026 | 20:16 WIB
Goldman Sachs
Baca 10 detik
  • Goldman Sachs menaikkan target MSCI Emerging Markets Index dari 1.850 menjadi 2.000 dalam jangka waktu 12 bulan ke depan.
  • Revisi target tersebut didorong oleh lonjakan laba bersih korporasi teknologi di Korea Selatan dan Taiwan terkait permintaan kecerdasan buatan.
  • Kinerja pasar saham berkembang pada Mei mencatatkan pertumbuhan 9 persen, melampaui indeks S&P 500 yang hanya mencapai 5 persen.

Suara.com - Lembaga keuangan global, Goldman Sachs, resmi menaikkan target proyeksi 12 bulan untuk indeks saham negara berkembang besutan Morgan Stanley Capital International, atau yang dikenal sebagai MSCI Emerging Markets Index.

Langkah revisi ke atas ini diambil bukan tanpa alasan. Goldman Sachs melihat adanya prospek cerah dari lonjakan laba bersih korporasi yang berkaitan langsung dengan ekosistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Bank investasi asal Amerika Serikat tersebut mengatrol target indeks acuan dari yang sebelumnya berada di level 1.850 kini melonjak ke posisi 2.000.

Target anyar ini mencerminkan adanya ruang pertumbuhan atau potensi kenaikan hingga hampir 12 persen, jika dihitung dari posisi penutupan pasar terakhir yang bertengger di angka 1.787,88.

Performa saham di zona pasar berkembang (emerging markets) memang menunjukkan grafik penguatan yang solid dalam beberapa waktu terakhir.

Aksi reli komoditas saham ini dipimpin oleh bursa di kawasan Asia Utara, khususnya Korea Selatan dan Taiwan, yang mendapatkan durian runtuh dari masifnya implementasi teknologi AI di tingkat global.

Sebagai catatan, MSCI Emerging Markets Index sukses membukukan pertumbuhan sebesar 9 persen sepanjang bulan Mei.

Catatan impresif tersebut berhasil mengungguli performa indeks saham bergengsi Amerika Serikat, S&P 500, yang pada periode sama hanya mampu tumbuh 5 persen.

"Kami menilai reli yang ditenagai oleh pertumbuhan pendapatan ini masih dapat berlanjut, mengingat siklus ekspansi yang lebih panjang. Kondisi ini mengarah pada peningkatan ekspektasi laba serta target indeks kami di Korea Selatan dan Taiwan," tulis Goldman Sachs dalam nota analisisnya.

Baca Juga: IHSG Ambruk 4 Persen, Bank Mulai Jual Dolar Rp18.000

Tingginya kontribusi Korea Selatan dan Taiwan disebabkan oleh menjamurnya korporasi teknologi berskala raksasa di kedua wilayah tersebut. Permintaan global terhadap komponen cip memori premium melonjak drastis seiring dengan kebutuhan ekspansi pusat data (data center) dunia.

Bahkan, dua produsen semikonduktor terkemuka asal Korea Selatan, SK Hynix dan Samsung Electronics, sukses menembus nilai valuasi fantastis sebesar USD 1 triliun pada bulan lalu.

Lonjakan kapitalisasi pasar ini ditopang oleh keterbatasan pasokan cip di pasar global yang pada akhirnya mengerek harga jual produk ke level tertinggi.

Load More