- Pertamina menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex secara signifikan pada tahun 2026.
- Kenaikan harga BBM nonsubsidi tersebut tidak memengaruhi tingkat konsumsi masyarakat secara luas karena pangsa pasarnya terbatas.
- Riset BRI Danareksa menyatakan kenaikan harga ini hanya memberikan dampak inflasi marginal bagi ekonomi secara keseluruhan.
Suara.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai jadi bahan gunjingan masyarakat. Namun, kali ini bukan BBM jenis Pertamax yang naik, melainkan Pertamax Turbo dan Solar nonsubsidi atau Dexlite Series.
Adapun, harga BBM Pertamax Turbo naik tajam dari Rp 13.100 menjadi Rp 19.400 per liter. Sedangkan, harga Dexlite telah tembus Rp 23.600 per liter dan Pertamina Dex dibanderol Rp 23.900 liter.
Kenaikan juga terjadi di SPBU swasta yang harga BBM nonsubsidi meroket tinggi.
Namun, kenaikan harga BBM nonsubsidi ini tampaknya tidak berpengaruh ke tingkat konsumsi. BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya menyebut,
BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya menyebut kenaikan harga BBM itu tak berpengaruh pada inflasi. Walaupun, BBM non-subsidi mencakup sekitar 44 persen dari total konsumsi, tapi umumnya dibeli oleh orang kaya atau berpenghasilan tinggi.
"Tekanan inflasi dari penyesuaian harga non-subsidi relatif lebih terbatas dan terutama beroperasi di margin, daripada menjadi pendorong utama inflasi secara keseluruhan," Tulis BRI Danareksa dalam risetnya, Senin (20/4/2026).
Secara historis, setiap kenaikan Rp 1.000 pada BBM kelas atas tersebut hanya berkontribusi sekitar 0,02 hingga 0,15 poin persentase terhadap inflasi jauh lebih rendah dibandingkan dampak dari BBM bersubsidi.
Bahkan, berdasarkan perhitungan linear, kenaikan harga terbaru diperkirakan hanya memberikan tambahan inflasi sekitar 0,17 hingga 1,26 poin persentase. Namun dampak riil yang dirasakan kemungkinan lebih kecil, mendekati batas bawah dari estimasi tersebut.
BRI Danareksa juga menilai pola kenaikan harga tahun ini berbeda dengan 2022. Kala itu, penyesuaian harga dilakukan secara bertahap dalam beberapa bulan, sebelum akhirnya mereda dalam waktu relatif singkat.
Baca Juga: Kuat di Domestik, Kompetitif di Pasar Global: 4.090 Pelaut Indonesia Jadi Tulang Punggung Pertamina
Sebaliknya, pada 2026 kenaikan harga terjadi lebih cepat dan terkonsentrasi di awal, sehingga memicu guncangan jangka pendek yang lebih tajam, namun tetap terkendali.
"Dengan basis pengguna yang lebih sempit dan keterkaitan yang terbatas dengan konsumsi massal, kenaikan ini seharusnya hanya menambah tekanan inflasi marginal," tulis riset tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri
-
JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah