-
Pendaftar manajer Koperasi Desa Merah Putih & Kampung Nelayan tembus 383.830 orang secara terbuka.
-
Dibutuhkan manajer untuk 30.000 Koperasi Desa & 5.467 Kampung Nelayan dengan status pegawai BUMN.
-
Koperasi jadi pusat ekonomi desa, kelola sembako, pupuk, LPG, hingga layanan keuangan perbankan.
Suara.com - Pemerintah mencatat lonjakan minat masyarakat terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan. Hingga saat ini, jumlah pendaftar untuk posisi manajer telah menembus ratusan ribu orang.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengungkapkan, total pelamar yang masuk mencapai 383.830 orang. Angka ini menunjukkan tingginya animo masyarakat terhadap program penguatan ekonomi desa tersebut.
“Pendaftaran ini terbuka, jujur, dan tidak ada yang bisa menjamin diterima. Semua berjalan apa adanya,” ujar Zulhas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Ia menjelaskan, rekrutmen ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan manajer di 30.000 Koperasi Desa Merah Putih dan 5.467 Kampung Nelayan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dari total pendaftar, sebanyak 220.364 orang tercatat melamar untuk Koperasi Desa. Sementara itu, 64.029 orang lainnya mendaftar untuk program Kampung Nelayan.
Lonjakan pendaftar juga terjadi dalam waktu singkat. Sehari sebelumnya, jumlah pelamar masih berada di kisaran 284 ribu orang.
Proses seleksi dilakukan secara terbuka dengan sistem merit-based. Pemerintah menegaskan tidak ada pungutan biaya dalam proses ini dan seluruh tahapan berada di bawah koordinasi Panitia Seleksi Nasional.
Skema ini dirancang untuk memastikan SDM yang terpilih benar-benar memiliki kompetensi. Nantinya, para manajer akan berstatus sebagai pegawai BUMN non-ASN.
Para manajer tersebut akan berperan penting dalam menggerakkan operasional KDKMP, terutama dalam pengelolaan distribusi pangan dan layanan logistik desa.
Baca Juga: Bukan Cuma Tilep Uang, Karyawan Juga Sebar Chat Pribadi sampai Bikin Fuji Nyaris Gila
KDKMP sendiri disiapkan sebagai pusat layanan ekonomi desa yang terintegrasi. Layanannya mencakup gerai sembako, logistik desa, unit simpan pinjam, hingga klinik dan apotek desa.
Selain itu, koperasi ini juga akan menyediakan layanan keuangan seperti BRILink, agen pupuk, LPG, hingga menjadi pusat distribusi bantuan pemerintah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Transformasi Danantara Dongkrak Laba Pelindo 60 Persen pada Semester I 2026
-
Pedri Percepat Persiapan Musim Baru, Jalani Program Latihan Mandiri Selama Liburan
-
Kapten Kriket India: Warisan Lionel Messi Tak Bisa Dinilai dari Satu Laga Final
-
Daftar Developer dan Skema Bunga KPR Murah di BRI x REI Expo Semarang
-
BGN Tegaskan Motor Listrik SPPG Bukan Barang Korupsi, Bakal Dihibahkan ke Lembaga Lain
-
5 Cara Memilih Lipstik yang Cocok untuk Acara Formal dan Casual
-
Jangan Cuma Blokir Situs, Aktivis Pemuda Dukung Komdigi Sikat Habis Ekosistem Judol
-
Deteksi Dini Pembalakan, Kemenhut Gunakan Drone Canggih Awasi Hutan RI
-
5 Merek Sepatu Lokal Pria Terbaik untuk Gaya Kasual Pekerja Muda
-
Kasus Dugaan Polisi Aniaya 9 Warga, Koalisi Tanyakan Keseriusan Polda Riau