- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengakui harga gas industri termasuk LNG mengalami kenaikkan dan itu terjadi di seluruh dunia.
- Pemerintah tetap memberlakukan kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu sesuai keputusan resmi bagi sektor industri tertentu di Indonesia.
- Serikat pekerja memperingatkan lonjakan harga gas industri memicu ancaman PHK massal pada perusahaan sektor padat karya nasional.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait lonjakan harga gas industri. Kenaikan harga tersebut mulai berdampak pada sektor manufaktur hingga dikhawatirkan dapat memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
Bahlil mengklaim bahwa ketersediaan gas untuk kebutuhan industri, termasuk LNG, dipastikan dalam kondisi aman. Namun diakuinya terjadi kenaikan harga.
"Kalau pasokan, saya pastikan bahwa seluruh kebutuhan domestik untuk gas LNG kita, semua sudah tersedia. Harganya memang ada terjadi kenaikan, dan itu kan bukan hanya di Indonesia," kata Bahlil saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Senin (8/5/2026).
Dijelaskannya kenaikan harga gas industri mengikuti harga global. Bukan karena kebijakan dari pemerintah. Namun, ia menegaskan bahwa untuk HGBT (Harga Gas Bumi Tertentu), nilainya akan tetap berjalan sesuai dengan keputusan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
"Nah, tetapi, untuk harga HGBT, itu memang sesuai dengan apa yang menjadi keputusan pemerintah," kata Bahlil.
Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengingatkan persoalan harga gas industri tidak bisa lagi dianggap sebagai isu biasa. Sebab, dampaknya mulai dirasakan langsung oleh industri padat karya yang menjadi penopang jutaan tenaga kerja.
Andi menyebut biaya energi yang terus membengkak membuat banyak perusahaan kesulitan menjaga daya saing dan keberlangsungan produksi.
"Karena gas industri ini akan menyebabkan badai PHK yang luar biasa dalam waktu terdekat. Gas industri sudah tidak bisa tercapai, harganya sudah tidak masuk akal," katanya di Jakarta, Minggu (7/6/2026).
Di tengah persoalan itu Andi mengaku kesulitan menyampaikannya langsung kepada Bahlil. Bahkan, menurutnya, bertemu Presiden Prabowo Subianto jauh lebih mudah dibandingkan menemui Menteri ESDM tersebut.
Baca Juga: Kasus LNG, 2 Eks Pejabat Pertamina Divonis 4,5 dan 3,5 Tahun Penjara
"Kami sudah mencoba bertemu Menteri ESDM, sampai hari ini kami merasa lebih mudah saya bertemu dengan Presiden Prabowo daripada bertemu Menteri ESDM. Ini lebih susah ketemu Bahlil," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Bahlil Akan Tambah Kuota Produksi Batubara 2026
-
Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo
-
Harga LNG Global Melonjak, Ekonom Ingatkan Industri dan Pemerintah Hadapi Dilema Ketahanan Energi
-
Siap-siap! Harga BBM, LPG, hingga LNG Kompak Melejit, Ini Pemicunya
-
Iran Galakkan Perizinan Baru di Selat Hormuz, Indonesia Bisa Ketiban Durian Runtuh
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Elce Putri Bontong, Mantri BRI yang Buka Akses Perbankan di Toraja Utara
-
Mantri BRI Buka Akses Perbankan hingga Pegunungan Toraja
-
GEMPAR Dorong Pasar Kebonagung Berkembang sebagai Destinasi Wisata Kuliner
-
Dedikasi Mantri BRI Layani Pegunungan Toraja Utara
-
Summer Time Rendering Resmi Diadaptasi Jadi Film Live Action, Tayang 2027
-
Demi Akses Keuangan, Mantri BRI Tempuh Pegunungan Toraja
-
Menjangkau yang Terpencil, Mantri BRI Layani Toraja Utara
-
Perbedaan AC Inverter dan Low Watt, Mana yang Lebih Hemat untuk di Rumah?
-
Bikin Geleng-geleng Ini Kata KPK dan Kejagung Soal Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Pink
-
Mantri BRI Menembus Pelosok Pegunungan Toraja Utara