- PT Bursa Efek Indonesia mencatat penurunan IHSG, nilai transaksi, dan kapitalisasi pasar selama periode 20-24 April 2026.
- Volume serta frekuensi transaksi harian justru meningkat di tengah aksi jual bersih investor asing sebesar Rp2,002 triliun.
- Jumlah investor pasar modal Indonesia tumbuh signifikan hingga mencapai 26,1 juta SID meski pasar sedang mengalami tekanan.
Suara.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kinerja pasar modal merah selama periode tanggal 20-24 April 2026. Hal itu terlihat pada rata-rata nilai transaksi harian pekan ini mengalami penurunan yaitu sebesar 3,67 persen menjadi Rp19,61 triliun dari Rp20,36 triliun pada pekan sebelumnya.
Disusul, performa kapitalisasi pasar BEI juga mengalami penurunan sebesar 6,59 persen.
"Nilai kapitalisasi pasar BEI menjadi Rp12.736 triliun dari Rp13.635 triliun pada pekan sebelumnya," ujar PH Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Aulia Noviana Utami Putri dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (26/4/2026).
Sementara itu, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan mengalami penurunan sebesar 6,61 persen. Sehingga, ditutup pada level 7.129,490, dari posisi 7.643,004 pada pekan lalu.
Namun, peningkatan justru terjadi pada rata-rata volume transaksi harian sebesar 4,44 persen menjadi 44,88 miliar lembar saham, dibandingkan 42,98 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Frekuensi transaksi harian juga naik 1,09 persen menjadi 2,75 juta kali transaksi.
Selain itu, pertumbuhan signifikan pada jumlah investor di pasar modal Indonesia yang kini telah menembus angka 26,1 juta SID. Meski pergerakan IHSG mengalami tekanan sepanjang periode 20 hingga 24 April 2026, antusiasme masyarakat untukberinvestasi tetap menunjukkan tren positif yang kuat.
Dia mengungkapkan bahwa pertumbuhan jumlah investor saham dan instrumen pasar modal lainnya. Hal ini meningkat sebesar 28,37 persen secara tahunan.
Berdasarkan laporan data perdagangan saham terbaru, total investor pasar modal kini mencapai 26.121.311 SID, dengan rata-rata penambahan investor baru mencapai 50.645 SID setiap harinya.
"Dari jumlah tersebut, penambahan investor baru pasar modal tercatat sebanyak 5.773.486 SID baru. Sementara itu, jumlah investor saham juga menunjukkan peningkatan dengan total mencapai 9.523.625 SID, atau tumbuh 10,69 persen secara tahun berjalan," bebernya.
Baca Juga: Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya
Di sisi lain, pergerakan dana investor luar negeri juga menjadi sorotan. Investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp2,002 triliun pada akhir pekan ini.
Secara akumulatif sepanjang tahun 2026, investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih mencapai Rp42,809 triliun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Rupiah Melemah ke Rp17.988, Dipicu 'Ulah' Trump dan Rapor Merah Ritel Domestik
-
Hunian Tapak Masih Jadi Primadona di Tengah Lesunya Pasar Properti
-
Masyarakat RI Masih Malas Belanja, Penjualan Eceran Anjlok 11,6% di April
-
Rupiah Nyaris Kembali ke Level Rp18.000 per Dolar AS, BI Sudah Siap-siap
-
Harga Pertamax Naik, Grab Akan Naikkan Tarif?
-
Inflasi Tembus 4 Persen Akibat Perang Iran, Donald Trump: Saya Suka Inflasi!
-
Mantan Kapolri Era SBY dan Jokowi Jadi Komisaris Utama Bukalapak
-
Dari Cibubur ke Kantor, Kenaikan Harga Pertamax Buat Warga Kelas Menengah Mengelus Dada
-
Negara Berpotensi Boncos Rp12 Triliun Imbas Jual Beli Titik Dapur MBG
-
Derita Pekerja Setelah Harga Pertamax Naik: Sekarang Uang Rp50.000 Tak Cukup