- BRI Danareksa Sekuritas merevisi target harga saham BBCA menjadi Rp 10.900 per 26 April 2025 dengan tetap merekomendasikan beli.
- Kinerja BBCA kuartal I 2026 mencatat laba bersih Rp 14,7 triliun didukung efisiensi operasional serta pertumbuhan dana pihak ketiga.
- Penurunan target harga disebabkan oleh penyesuaian asumsi biaya ekuitas yang mempengaruhi valuasi wajar perusahaan pada laporan riset terbaru.
Suara.com - BRI Danareksa Sekuritas merevisi target price atau harga saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). Awalnya BRI Danareksa membidik target harga saham BBCA sebesar Rp 11.400 namun diganti menjadi Rp 10.900.
Meskipun target harga diturunkan, BBCA masih dipertahankan sebagai saham yang direkomendasikan untuk beli.
Mengutip risetnya, Minggu (26/4/2025), BRI Danareksa Sekuritas menilai kinerja BBCA pada kuartal I 2026 masih sesuai ekspektasi pasar. Bank swasta terbesar di Indonesia itu membukukan laba bersih sebesar Rp 14,7 triliun, tumbuh 4 persen secara kuartalan maupun tahunan.
Kinerja tersebut ditopang oleh pendapatan berbasis komisi yang kuat serta efisiensi biaya operasional. Di sisi lain, margin bunga bersih (NIM) mengalami penurunan menjadi 5,7 persen akibat tekanan pada imbal hasil aset, meskipun biaya dana (cost of fund/CoF) relatif stabil.
"Laba sesuai ekspektasi dengan margin bunga bersih (NIM) yang lebih rendah diimbangi oleh pendapatan biaya dan pengeluaran operasional yang terkendali," tulis riset tersebut.
Dari sisi intermediasi, pertumbuhan kredit BBCA tercatat relatif stabil dengan kenaikan 6 persen secara tahunan. Namun, segmen kredit konsumer masih mengalami tekanan, tercermin dari kontraksi secara year to date (YTD).
Sementara itu, dana pihak ketiga menunjukkan pertumbuhan positif yang didorong oleh peningkatan dana murah (CASA). Rasio CASA bahkan naik menjadi 84,7 persen, mencerminkan kekuatan likuiditas bank.
Kualitas aset juga menunjukkan perbaikan, terutama pada segmen korporasi dan komersial. Rasio kredit bermasalah (NPL) dan loan at risk (LaR) tercatat menurun secara tahunan, meski beberapa segmen ritel masih menghadapi tekanan.
Di tengah kondisi tersebut, manajemen BBCA tetap mempertahankan panduan kinerja untuk tahun buku 2026. Target pertumbuhan kredit dipatok di kisaran 8–10 persen, dengan proyeksi NIM sebesar 5,4–5,6 persen.
Baca Juga: Dana Rp 3,01 T Kabur Dalam Sehari, Asing Ramai-Ramai Jual BBCA hingga BMRI
Analis BRI Danareksa menilai penurunan target harga saham BBCA lebih dipengaruhi oleh penyesuaian asumsi biaya ekuitas (cost of equity/CoE) menjadi 7,0 persen dari sebelumnya 6,8 persen. Hal ini berdampak pada valuasi wajar berbasis price to book value (PBV).
"Pertahankan rekomendasi Beli dengan target harga lebih rendah sebesar Rp 10.900," tulis riset tersebut.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Larangan Total Vape Dinilai Berisiko Ganggu Iklim Investasi
-
Bukan Energi Listrik Saja, Ini Cara Pertamina Dorong Pemanfaatan Panas Bumi untuk Ekonomi Rakyat
-
Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026, Bukti Konsistensi Disiplin dan Semangat Juang
-
BRI Beri Reward Spesial untuk Agen BRILink, Bisa Dapat Emas Batangan 2 Gram
-
Purbaya Ungkap Rahasia Indonesia Masih Kuat di Tengah Krisis Minyak
-
Jurus Bos BI Jaga Stabilitas Ekonomi RI
-
Tarik Ulur Larangan Vape, Industri dan Pekerja Was-was
-
Segini Ramalan Harga Emas Antam untuk Sepekan Depan
-
Purbaya Bantah Dana SAL Milik Pemerintah Sisa Rp 120 Triliun: Uang Kita Masih Banyak!
-
Purbaya Klarifikasi Tarik Pajak Selat Malaka: Saya Tahu Betul Peraturannya