- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan strategi Indonesia menghadapi krisis minyak global akibat konflik Amerika Serikat dan Iran.
- Pemerintah mengubah skema subsidi dengan membayar kompensasi 70 persen setiap bulan kepada PT Pertamina sejak Senin lalu.
- Reformasi pembayaran subsidi tersebut menjaga stabilitas finansial Pertamina dalam mengamankan pasokan minyak nasional selama masa krisis.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rahasia Indonesia mampu menghadapi krisis minyak global buntut perang Amerika Serikat vs Iran yang berdampak pada harga bahan bakar minyak (BBM).
Menkeu Purbaya menjelaskan kalau saat ini PT Pertamina (Persero) tidak lagi kesulitan menanggung kenaikan harga BBM lantaran Pemerintah sudah membayarkan subsidi lebih dulu sebesar 70 persen.
"Kenapa Pertamina enggak pusing-pusing cari duit? Duitnya sudah ada. Sekarang kita ubah pembayaran subsidi dan kompensasi kan," katanya dalam media briefing, dikutip Senin (27/4/2026).
Purbaya mengatakan kalau saat ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengubah skema subsidi, di mana Pemerintah terus membayar kompensasi 70 persen setiap bulan.
Berkat mekanisme itu, Bendahara Negara mengklaim Pertamina memiliki kondisi finansial cukup baik. Perusahaan pelat merah itu juga dianggapnya tak ragu lagi membeli minyak untuk mengamankan pasokan.
"Jadi kondisi finansial Pertamina dalam keadaan yang baik, dia enggak ragu untuk beli sana beli sini. Ini hitungan saya ya. Jadi suplainya bisa di-secure," lanjutnya.
Purbaya menerangkan kalau ini terjadi berkat reformasi ekonomi yang dilakukan Presiden RI Prabowo Subianto serta kritik dari DPR. Ia menegaskan kalau Pemerintah terus mengupayakan Indonesia aman dari krisis global.
"Reformasi yang kita lakukan karena kritik dan masukan dari DPR, juga perintah Bapak Presiden. Biar sekarang ini kita beresin. Jadi jangan dianggap pemerintah enggak ngapa-ngapain. Kita kuat karena kebetulan, enggak," tegasnya.
Baca Juga: Pamer ke IMF & World Bank, Purbaya Klaim RI Siap Ekspor Pupuk di Tengah Krisis Global
Berita Terkait
-
Pamer ke IMF & World Bank, Purbaya Klaim RI Siap Ekspor Pupuk di Tengah Krisis Global
-
Purbaya Ungkap Rahasia Indonesia Masih Kuat di Tengah Krisis Minyak
-
Purbaya Bantah Dana SAL Milik Pemerintah Sisa Rp 120 Triliun: Uang Kita Masih Banyak!
-
Purbaya Klarifikasi Tarik Pajak Selat Malaka: Saya Tahu Betul Peraturannya
-
OJK Klaim Perbankan Kebal Guncangan: Kokoh di Atas Kertas, Waspada di Lapangan
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional
-
Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T
-
Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen
-
Target Penerimaan Negara Naik di 2027, Purbaya Bakal Andalkan Coretax
-
MBG Masuk Daerah 3T, PU Telah Bangun 22 SPPG
-
Tak Hanya untuk Investasi, Aset Kripto Bisa Penuhi Gaya Hidup
-
Kelola Transaksi, Begini Caranya Agar UMKM Bisa Pisahkan Dana Bisnis dan Pribadi
-
Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Imbau Masyarakat Sadar Tak Pindah
-
Mohon Maaf Warga Serpong, PLN Matikan Listrik di Beberapa Wilayah
-
Singapura Buka Suara soal Aturan Ekspor Satu Pintu Danantara Sumberdaya Indonesia