- PT Bank Rakyat Indonesia mencatat lonjakan kredit komersial menjadi Rp61,4 triliun pada tahun 2025 melalui inisiatif strategis BRIvolution.
- Pertumbuhan tahunan sebesar 58,4% berhasil meningkatkan pangsa pasar BRI menjadi 5,2% melalui diversifikasi sektor yang mendukung pembangunan nasional.
- Manajemen risiko BRI membaik dengan rasio Loan at Risk mencapai 7,6% didukung inovasi platform digital QLola untuk nasabah.
Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) sukses mencatatkan akselerasi pertumbuhan yang signifikan melalui kredit komersial BRI sebagai mesin pertumbuhan baru (new growth engine).
Hingga akhir tahun 2025, portofolio pembiayaan di segmen ini melonjak hingga Rp61,4 triliun, meningkat drastis sebesar Rp22,6 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.
Pencapaian ini merupakan hasil nyata dari optimalisasi rantai nilai (value chain) serta penyempurnaan jaringan bisnis yang memperkuat peran BRI sebagai penyedia ekosistem bisnis end-to-end yang komprehensif.
Arah transformasi bisnis BRI yang tertuang dalam inisiatif strategis BRIvolution Reignite terbukti efektif dalam menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika industri perbankan yang kompetitif.
Lonjakan performa ini terlihat dari tren historis di mana nilai kredit komersial meningkat hampir tiga kali lipat sejak 2021.
Dengan pertumbuhan tahunan mencapai 58,4% (YoY), capaian ini melampaui rata-rata tren pertumbuhan dalam lima tahun terakhir, sekaligus meningkatkan pangsa pasar (market share) segmen komersial BRI dari 2,1% menjadi 5,2%.
Pertumbuhan ekspansif ini diimbangi dengan diversifikasi portofolio yang selaras dengan prioritas pembangunan nasional.
Sektor pembiayaan berbasis APBN menjadi kontributor terbesar yakni 20%, disusul sektor energi (12%), konstruksi (11%), serta sektor perdagangan dan pangan masing-masing sebesar 10%.
Selain ekspansi, BRI juga menunjukkan perbaikan fundamental pada aspek manajemen risiko. Rasio Loan at Risk (LaR) berhasil ditekan secara signifikan ke level 7,6% pada 2025.
Baca Juga: Program 'Desa Wisata' BRI, Dorong Kebangkitan Ekonomi Lokal
Perbaikan ini berjalan selaras dengan peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan dana murah (CASA), yang memastikan bahwa setiap penyaluran kredit didukung oleh struktur likuiditas yang kuat.
Direktur Commercial Banking BRI, Alexander Dippo Paris Y. S., menjelaskan bahwa pilar Revamp Existing Core menjadi kunci dalam mendorong transaksi nasabah melalui penguatan value chain.
Menurutnya, segmen menengah (middle market) memiliki peran krusial sebagai penghubung antara UMKM dan korporasi besar dalam sebuah rantai pasok ekonomi.
"Sebagai bank dengan DNA UMKM, BRI terus mendukung usaha menengah yang menjadi penghubung ekosistem ekonomi nasional. Kami menyediakan pembiayaan komprehensif, mulai dari kredit modal kerja untuk likuiditas jangka pendek hingga kredit investasi demi ekspansi jangka panjang," ujar Dippo dalam keterangannya di Jakarta, Senin (27/4/2026).
Inovasi Digital melalui QLola by BRI
Untuk menunjang efisiensi operasional nasabah komersial, BRI menghadirkan platform digital QLola by BRI. Inovasi ini dirancang sebagai solusi integrated corporate solution yang memungkinkan pelaku bisnis melakukan kendali keuangan secara menyeluruh.
Berita Terkait
-
Kartini Masa Kini: Kisah Mispa, Mantri BRI yang Tembus Hutan Demi Literasi Keuangan
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Karaoke Makin Seru! BRI Bagikan Voucher Spesial 'Konser' di Inul Vizta
-
Bidik Nasabah Kelas Atas, BRI Life Bedah Strategi Kelola Kekayaan
-
BRI Hadirkan Promo Free Upsize Coffee di Common Ground Sepanjang Tahun
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Prabowo Bidik Dedieselisasi, Cerah: Jangan Tanggung, Stop Juga Proyek Gas dan Batu Bara!
-
Gurita Bisnis Ekstraktif di Lingkaran Kabinet Merah Putih, Siapa Saja Pemainnya?
-
Belanja Daerah Lamban, OJK Minta BPD Manfaatkan Dana Pemda
-
Harga Bawang dan Cabai Kompak 'Terbang' Hari Ini
-
Siaga Satu! Harga Minyak Mentah Dunia Dekati USD 108 Per Barel
-
Tensi Timur Tengah Mereda, Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.211 Per Dolar AS
-
IHSG Bangkit Melesat Tinggi ke Level 7.200 di Senin Pagi
-
Bidik Nasabah Kelas Atas, BRI Life Bedah Strategi Kelola Kekayaan
-
Genjot EBT, FIFGROUP Resmikan Solar Panel Ke-43
-
Emas Antam Turun Harga, Hari Ini Dibanderol Rp 2.809.000/Gram