Bisnis / Keuangan
Senin, 27 April 2026 | 11:40 WIB
Ilustrasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) [Suara.com/HO-BRI]
Baca 10 detik
  • PT Bank Rakyat Indonesia mencatat lonjakan kredit komersial menjadi Rp61,4 triliun pada tahun 2025 melalui inisiatif strategis BRIvolution.
  • Pertumbuhan tahunan sebesar 58,4% berhasil meningkatkan pangsa pasar BRI menjadi 5,2% melalui diversifikasi sektor yang mendukung pembangunan nasional.
  • Manajemen risiko BRI membaik dengan rasio Loan at Risk mencapai 7,6% didukung inovasi platform digital QLola untuk nasabah.

Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) sukses mencatatkan akselerasi pertumbuhan yang signifikan melalui kredit komersial BRI sebagai mesin pertumbuhan baru (new growth engine).

Hingga akhir tahun 2025, portofolio pembiayaan di segmen ini melonjak hingga Rp61,4 triliun, meningkat drastis sebesar Rp22,6 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

Pencapaian ini merupakan hasil nyata dari optimalisasi rantai nilai (value chain) serta penyempurnaan jaringan bisnis yang memperkuat peran BRI sebagai penyedia ekosistem bisnis end-to-end yang komprehensif.

Arah transformasi bisnis BRI yang tertuang dalam inisiatif strategis BRIvolution Reignite terbukti efektif dalam menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika industri perbankan yang kompetitif.

Lonjakan performa ini terlihat dari tren historis di mana nilai kredit komersial meningkat hampir tiga kali lipat sejak 2021.

Dengan pertumbuhan tahunan mencapai 58,4% (YoY), capaian ini melampaui rata-rata tren pertumbuhan dalam lima tahun terakhir, sekaligus meningkatkan pangsa pasar (market share) segmen komersial BRI dari 2,1% menjadi 5,2%.

Pertumbuhan ekspansif ini diimbangi dengan diversifikasi portofolio yang selaras dengan prioritas pembangunan nasional.

Sektor pembiayaan berbasis APBN menjadi kontributor terbesar yakni 20%, disusul sektor energi (12%), konstruksi (11%), serta sektor perdagangan dan pangan masing-masing sebesar 10%.

Selain ekspansi, BRI juga menunjukkan perbaikan fundamental pada aspek manajemen risiko. Rasio Loan at Risk (LaR) berhasil ditekan secara signifikan ke level 7,6% pada 2025.

Baca Juga: Program 'Desa Wisata' BRI, Dorong Kebangkitan Ekonomi Lokal

Perbaikan ini berjalan selaras dengan peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan dana murah (CASA), yang memastikan bahwa setiap penyaluran kredit didukung oleh struktur likuiditas yang kuat.

Direktur Commercial Banking BRI, Alexander Dippo Paris Y. S., menjelaskan bahwa pilar Revamp Existing Core menjadi kunci dalam mendorong transaksi nasabah melalui penguatan value chain.

Menurutnya, segmen menengah (middle market) memiliki peran krusial sebagai penghubung antara UMKM dan korporasi besar dalam sebuah rantai pasok ekonomi.

"Sebagai bank dengan DNA UMKM, BRI terus mendukung usaha menengah yang menjadi penghubung ekosistem ekonomi nasional. Kami menyediakan pembiayaan komprehensif, mulai dari kredit modal kerja untuk likuiditas jangka pendek hingga kredit investasi demi ekspansi jangka panjang," ujar Dippo dalam keterangannya di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Inovasi Digital melalui QLola by BRI

Untuk menunjang efisiensi operasional nasabah komersial, BRI menghadirkan platform digital QLola by BRI. Inovasi ini dirancang sebagai solusi integrated corporate solution yang memungkinkan pelaku bisnis melakukan kendali keuangan secara menyeluruh.

Load More