- Konflik perang antara Amerika Serikat dan Iran menemui jalan buntu setelah upaya perundingan damai mengalami kegagalan total.
- Presiden Trump menuntut penghentian ambisi nuklir Iran, sementara Teheran mencari dukungan diplomatik ke Rusia pada Senin (27/4/2026).
- Blokade jalur pelayaran di Teluk menyebabkan kenaikan harga minyak dunia serta memicu pelemahan pada bursa saham Amerika Serikat.
Meski secara militer melemah, Iran memiliki daya tawar besar melalui kontrolnya terhadap Selat Hormuz, jalur yang biasanya dilewati seperlima pasokan minyak dunia.
Laporan dari Axios menyebutkan bahwa Iran sempat menawarkan proposal baru melalui Pakistan untuk membuka kembali selat tersebut dengan syarat negosiasi nuklir ditunda ke tahap berikutnya. Namun, Trump menolak tawaran itu karena dianggap "belum cukup".
Di dalam negeri, Trump mulai menghadapi tekanan dari pemilih seiring turunnya tingkat elektabilitasnya akibat perang yang tidak populer ini.
Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan kepada Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif bahwa Teheran tidak akan mau bernegosiasi di bawah ancaman atau blokade maritim.
Perselisihan antara kedua negara kini meluas melampaui isu nuklir dan Selat Hormuz. AS menuntut penghentian dukungan Iran terhadap kelompok proksi seperti Hizbullah dan Hamas, serta pembatasan rudal balistik.
Sementara itu, Iran menuntut pencabutan sanksi dan penghentian serangan Israel terhadap Hizbullah.
Di Lebanon, situasi tetap memanas meskipun ada upaya gencatan senjata. Serangan Israel dilaporkan menewaskan 14 orang pada hari Minggu, memicu kekhawatiran bahwa konflik ini akan terus meluas sebelum solusi diplomatik yang nyata ditemukan.
Berita Terkait
-
Harga Minyak Makin Amburadul Gara-gara Iran Perketat Blokir Selat Hormuz
-
Jujur Janggal! Secret Service Biarkan Trump Duduk Manis Saat Tembakan Pertama Meletus
-
Kata-kata Berani Penembak di Gala Dinner Donald Trump
-
Menlu Iran Abbas Araghchi ke Rusia di Tengah Negosiasi Buntu Teheran-Washington
-
Cole Tomas Allen, Penembak Gala Dinner Donald Trump Ternyata Guru Berprestasi
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Mengapa Rupiah Terus Anjlok?
-
OJK: MSCI Akui Keberhasilan Reformasi Pasar Modal Indonesia
-
Mengubah Hutan Bambu Jadi Sumber Kehidupan, Langkah Nyata Green Action 2026
-
OJK Terima Dua Paket Calon Direksi BEI
-
Di Balik Progres Percepatan Sekolah Rakyat: Dedikasi Tinggi dan Komitmen Tanpa Kompromi Para Pekerja
-
Kredit Komersial BRI Melesat 58,4 Persen, Meroket Jadi Rp61,4 Triliun
-
Prabowo Bidik Dedieselisasi, Cerah: Jangan Tanggung, Stop Juga Proyek Gas dan Batu Bara!
-
Gurita Bisnis Ekstraktif di Lingkaran Kabinet Merah Putih, Siapa Saja Pemainnya?
-
Belanja Daerah Lamban, OJK Minta BPD Manfaatkan Dana Pemda
-
Harga Bawang dan Cabai Kompak 'Terbang' Hari Ini