-
Iran mengancam menutup Selat Hormuz secara permanen sehingga memicu lonjakan harga minyak dunia.
-
Presiden Pezeshkian menolak negosiasi paksa dengan AS sebelum blokade pelabuhan Iran segera dihentikan.
-
Konflik berkepanjangan ini menyebabkan harga bahan bakar global melonjak hingga 27 persen sejak awal.
Suara.com - Blokade total di Selat Hormuz kini menjadi senjata utama Iran untuk melumpuhkan stabilitas ekonomi global.
Langkah ekstrem ini diambil Teheran sebagai respons atas tekanan militer dan hilangnya kepercayaan terhadap diplomasi Amerika Serikat.
Dikutip dari CNN, dampaknya terasa seketika pada pasar energi dunia yang mencatat lonjakan harga minyak mentah secara signifikan.
Ketegangan ini menutup ruang dialog setelah Presiden Masoud Pezeshkian menolak keras tunduk pada tekanan sepihak.
Situasi di lapangan menunjukkan bahwa jalur perdagangan energi internasional sedang berada dalam posisi paling rentan.
Kenaikan harga minyak internasional jenis Brent kini telah menyentuh angka 107,58 dolar AS per barel.
Sementara itu minyak mentah Amerika Serikat juga ikut merangkak naik hingga mencapai posisi 96,36 dolar AS.
Lonjakan ini terjadi tepat setelah muncul pernyataan tegas dari pejabat tinggi Iran mengenai status Selat Hormuz.
“Kami menyadari jika kami menginjak tenggorokan Selat Hormuz dan Bab al-Mandab, 25% ekonomi dunia akan terdampak,” ujar Wakil Ketua Parlemen Iran, Ali Nikzad.
Baca Juga: Siaga Satu! Harga Minyak Mentah Dunia Dekati USD 108 Per Barel
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Iran tidak akan membiarkan jalur laut tersebut kembali ke kondisi normal.
Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan kepada Perdana Menteri Pakistan bahwa tindakan Amerika Serikat terus merusak kepercayaan antarnegara.
Ia secara terbuka menuduh Washington menjadi dalang di balik rumitnya jalur dialog yang seharusnya bisa ditempuh.
Pezeshkian menyatakan dengan tegas bahwa Iran tidak akan pernah mau mengikuti perundingan yang didasari atas paksaan.
“Kami menyadari jika kami menginjak tenggorokan Selat Hormuz dan Bab al-Mandab, 25% ekonomi dunia akan terdampak,” kata Ali Nikzad mengulangi posisi tawar Iran.
Teheran menuntut penghentian blokade angkatan laut Amerika di pelabuhan mereka sebelum kesepakatan apa pun dibicarakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, Pemprov DKI Siapkan 3 Rusun dan Fasilitas Lengkap
-
Jujur Janggal! Secret Service Biarkan Trump Duduk Manis Saat Tembakan Pertama Meletus
-
Sorot Kekerasan Ekstrem di Jalur Angkot Tanah Abang, Anggota DPRD Kevin Wu: Alarm Serius Bagi DKI
-
Isu Reshuffle Sore Ini: Qodari Dikabarkan Geser ke Bakom RI, Dudung Abdurachman Masuk KSP?
-
Kata-kata Berani Penembak di Gala Dinner Donald Trump
-
Menlu Iran Abbas Araghchi ke Rusia di Tengah Negosiasi Buntu Teheran-Washington
-
Kasus Kekerasan Daycare Yogyakarta, DPR Desak Hukuman Berat dan Audit Total
-
Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30, Mendagri Anugerahkan Pemprov, Pemkab, Pemkot Terbaik
-
Dukung KPK Batasi Uang Tunai di Pemilu, PAN: Rakyat Harus Pilih Kapasitas, Bukan Isi Tas
-
Cole Tomas Allen, Penembak Gala Dinner Donald Trump Ternyata Guru Berprestasi