Bisnis / Makro
Senin, 27 April 2026 | 14:23 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Screenshot YouTube OJK]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi berbagai kritik negatif terhadap kinerjanya dalam acara di BEI, Senin (27/4/2026).
  • Purbaya mengklaim ekonomi Indonesia membaik dengan capaian pertumbuhan 5,39 persen pada triwulan keempat tahun 2025 yang lalu.
  • Pemerintah berhasil meningkatkan pertumbuhan pajak sebesar 20 persen melalui reformasi ekonomi yang dilakukan pada awal tahun 2026.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berceloteh kalau sekarang ini banyak kabar negatif yang menjelekkan kinerjanya.

Menkeu Purbaya beralasan kalau kritik yang disampaikan akibat ekonomi melemah buntut perang Amerika Serikat vs Iran. Namun sebaliknya, ia mengklaim kalau ekonomi RI justru membaik.

“Sekarang banyak berita negatif yang menjelek-jelekkan saya,” ungkapnya dalam acara Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana dan Pembukaan Pekan Reksa Dana Tahun 2026, di BEI, Senin (27/4/2026).

Bendahara Negara lalu memaparkan kondisi terakhir perekonomian RI, di mana pertumbuhan mencapai 5,39 persen di triwulan keempat 2025. Padahal sebelumnya pertumbuhan ekonomi RI selalu di kisaran 5 persen.

Ia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan pertama 2026 akan melebihi 5,5 persen. Begitu pula di triwulan kedua selanjutnya.

“Di tengah gejolak ekonomi global yang nggak jelas itu, kita bisa mampu menciptakan pertumbuhan domestik yang cukup baik. Dan ini akan terjadi terus ke depan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Purbaya mengklaim kalau dirinya terus melakukan reformasi ekonomi. Terbukti di tiga bulan pertama 2026, pertumbuhan pajak tumbuh 20 persen yang diprediksi terus meningkat ke depan.

“Bea Cukai juga direformasi, yang lain juga kita reformasi dengan cepat,” pungkasnya.

Baca Juga: Saat Harapan Pendidikan Berhadapan dengan Realitas Keterbatasan Ekonomi

Load More