- PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk bekerja sama dengan PT Gunung Harta Transport Solution mengintegrasikan teknologi AI dan IoT.
- Sebanyak 100 unit bus AKAP dipasangi perangkat MDVR, ADAS, dan DSM guna meningkatkan sistem keamanan serta pengawasan perjalanan.
- Implementasi teknologi pada tahun 2026 ini bertujuan menciptakan operasional bus yang lebih modern, aman, serta efisien bagi penumpang.
Suara.com - PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk. (TRON) mengubah sistem transportasi darat, khususnya pada bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Adapun, operasional bus AKAP kini telah terintegrasiteknologi kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT).
Dalam hal ini, Emiten TRON menggandeng PT Gunung Harta Transport Solution (GHTS) untuk mengubah 100 unit bus AKAP agar bisa terhubung dengan ekosistem pintar milik perseroan.
Seluruh armada tambahan dibekali perangkat berbasis teknologi canggih seperti Mobile Digital Video Recorder (MDVR), serta sistem kamera pintar Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) dan Driver Status Monitoring (DSM).
Direktur Utama PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk, David Santoso, menyambut baik langkah transformasi yang dilakukan GHTS dalam mengadopsi teknologi pintar di sektor transportasi darat.
"Inisiatif GHTS untuk kembali mengintegrasikan solusi AI dan IoT kami pada 100 unit armada tambahan menunjukkan bahwa teknologi pintar kini adalah kunci utama dalam pelayanan pelanggan. Kami bangga dapat terus dipercaya sebagai mitra strategis GHTS dalam mewujudkan mobilitas yang lebih cerdas, aman, dan modern," ujarnya di Jakarta, Senin (27/4/2026).
Sementara, Direktur Utama PT Gunung Harta Transport Solution (GHTS), I Gede Yoyok Santoso, menegaskan adopsi teknologi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan transportasi yang lebih aman dan modern.
"Penambahan 100 unit perangkat MDVR, ADAS, dan DSM dari PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk di tahun 2026 ini merupakan wujud nyata komitmen tersebut. Pengalaman kami menggunakan teknologi ini sejak 2023 telah membuktikan efektivitasnya dalam menjaga disiplin pengemudi dan mengawasi operasional, sehingga para penumpang setia kami dapat menikmati perjalanan dengan rasa aman dan tenang," imbuhnya.
Untuk diketahui, Teknologi ADAS berfungsi sebagai asisten cerdas yang memberikan peringatan dini kepada pengemudi terkait potensi benturan maupun penyimpangan jalur.
Sementara itu, fitur DSM memungkinkan pemantauan kondisi pengemudi secara real-time untuk mencegah risiko kelelahan dan hilangnya fokus selama perjalanan.
Baca Juga: Emiten Bank BTPN Tetapkan Dividen Rp 101,11 Miliar
Seluruh data operasional tersebut terintegrasi dan dipantau secara terpusat oleh manajemen GHTS, menciptakan sistem pengawasan yang lebih responsif dan akurat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
- Syifa Hadju Anak Siapa? Ayah Kandung Dikabarkan Siap Jadi Wali Nikah
Pilihan
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
-
Jumhur Hidayat Tiba di Istana Dikabarkan Jadi Menteri LH: Banyak Tugas, Harus Kerja Keras
Terkini
-
Krakatau Steel Bukukan Laba Bersih 4,6 Juta Dolar AS di Kuartal I-2026
-
Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS ke Level Rp 17.211 per Dolar AS
-
Mengapa Purbaya Lembek soal Pajak ke Orang Super Kaya di RI?
-
3 Jenis Reksadana yang Paling Cocok untuk Investor Pemula, Risiko Rendah
-
Indonesia Merugi Rp30 Triliun per Tahun dari Makanan Tidak Aman
-
Wamenkeu: MBG Absen di Sabtu Rp1 Triliun Dihemat per Pekan
-
Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PHE Dorong KSOT Struktur dan Area Migas Dengan Standar HSSE Ketat
-
Krakatau Steel Bidik Laba Bersih Paling Kecil Rp 2 Triliun di 2026
-
Izin Konsesi Dicabut Prabowo, Toba Pulp PHK Hampir Semua Karyawan
-
Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai 2-3 Tahun Lagi