- PT Super Bank Indonesia Tbk mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp 143,3 miliar sepanjang tahun 2025.
- Pertumbuhan kinerja didorong oleh lonjakan pendapatan bunga bersih, penyaluran kredit, dan dana pihak ketiga yang signifikan.
- Hingga April 2026, Superbank melayani lebih dari 6 juta nasabah dengan rata-rata satu juta transaksi harian.
Suara.com - PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) atau Superbank memperoleh Laba Sebelum Pajak sebesar Rp 143,3 miliar sepanjang tahun 2025.
Pencapaian ini didorong oleh lonjakan Pendapatan Bunga Bersih sebesar 160 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY) menjadi Rp 1,6 triliun, serta ekspansi penyaluran kredit yang tumbuh 50 persen YoY mencapai
Rp 9,6 triliun.
Sementara, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat meroket sebesar 139 persen YoY menjadi Rp 11,8 triliun. Hal ini berdampak pada total aset perusahaan yang kini menembus angka Rp 21,3 triliun atau tumbuh sebesar 87 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Presiden Direktur Superbank, Tigor M Siahaan, menyatakan bahwa RUPST perdana ini merupakan tonggak sejarah bagi perusahaan untuk memperkokoh fondasi sebagai perusahaan publik.
"Pencapaian kinerja di tahun 2025 mencerminkan keberhasilan strategi digital berbasis ekosistem yang kami jalankan secara disiplin. Ke depan, kami akan terus memperluas penetrasi layanan melalui kolaborasi strategis, mulai dari fitur OVO Nabung, Kartu Untung bersama KakaoBank, hingga integrasi Pinjaman Atur Sendiri di aplikasi Grab dan OVO," ujar Tigor saat paparan kinerja, Senin (27/4/2026).
Sejak meluncurkan layanan digital penuh pada Juni 2024, Superbank kini telah melayani lebih dari 6 juta nasabah. Aktivitas transaksi harian pun tercatat cukup masif dengan melampaui 1 juta transaksi setiap harinya, menandakan adopsi layanan yang tinggi di dalam ekosistem digital mereka.
Sebagai bank yang kini naik kelas ke kategori KBMI 2 pasca-IPO, Superbank berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi layanan keuangan dan memperkuat sinergi di dalam ekosistem Grab dan Emtek.
Dengan penerapan manajemen risiko yang hati-hati, perseroan optimis dapat memberikan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemegang saham serta mempercepat akselerasi inklusi keuangan di Indonesia melalui ekosistem digital terintegrasi.
Baca Juga: Krakatau Steel Bukukan Laba Bersih 4,6 Juta Dolar AS di Kuartal I-2026
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer
-
Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya
-
Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis
-
Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI
-
RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS
-
Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru
-
Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing
-
Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN
-
Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati