- SIG bidik 89% potensi pasar bahan bangunan non-semen lewat produk derivatif dan inovasi global.
- Transformasi hijau SIG berhasil pangkas emisi karbon hingga 21% melalui energi alternatif RDF.
- Melalui INTERCEM 2026, SIG perkuat pilar rantai pasok dan digitalisasi menuju bisnis bernilai tinggi.
Suara.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berencana merambah bisnis di kancah internasional. Melalui ajang INTERCEM Asia 2026, emiten pelat merah berkode SMGR ini menebar pesona untuk menjaring kolaborasi global demi memperkuat inovasi bahan bangunan dan rantai pasok berkelanjutan.
Wakil Direktur Utama SIG, Andriano Hosny Panangian, menegaskan bahwa potensi pasar bahan bangunan di tanah air masih sangat "perawan" untuk digarap lebih dalam.
"Industri bahan bangunan di Indonesia memiliki ekosistem sangat besar, di mana industri semen baru berkontribusi sekitar 11% dari total biaya material konstruksi. Masih terdapat 89% potensi dari bahan bangunan lainnya yang bisa digarap," ungkap Andriano dalam konferensi Leading Sustainable Building Solution for a Resilient Future di INTERCEM Asia 2026.
Andriano menambahkan, modal utama SIG adalah jaringan distribusi yang tak tertandingi. "SIG memiliki kemampuan distribusi dan network yang paling besar dan kuat di industri ini. Karena itu, SIG bergerak ke arah bisnis yang lebih customer-centric dan value-driven dengan terus berinovasi menghadirkan produk derivatif," tegasnya.
Tak hanya bicara soal ekspansi pasar, SIG juga memamerkan "otot" keberlanjutannya. Perusahaan fokus pada efisiensi energi mulai dari penggunaan biomassa, Refuse-Derived Fuel (RDF), hingga pemasangan panel surya dan pemanfaatan gas panas buang (Waste Heat Recovery Power Generation).
Hasilnya pun tak main-main. Hingga tahun 2025, SIG sukses menggenjot substitusi energi panas (thermal substitution rate) menjadi 9,77%. Perusahaan juga berhasil memangkas emisi karbon (GRK) cakupan 1 sebesar 21% dibandingkan baseline 2010, serta emisi cakupan 2 turun 15% dari baseline 2019.
"INTERCEM Asia membuka peluang untuk memperluas kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, mulai dari produsen hingga penyedia teknologi, guna mendukung transformasi Perusahaan," tambah Andriano.
Senada dengan SIG, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kemenperin, Emmy Suryandari, menyebut sektor mineral nonlogam tumbuh manis sebesar 6,16% pada 2025 dengan investasi mencapai Rp25 triliun.
"Indonesia terbuka untuk memperkuat kolaborasi dengan mitra global dalam mendorong industri semen yang lebih tangguh, efisien, dan berkelanjutan," ujar Emmy.
Baca Juga: Dony Oskaria: Karyawan BUMN Harus Aktif Jelaskan Kebijakan Negara ke Publik
Menurutnya, ajang INTERCEM Asia 2026 merupakan panggung strategis bagi Indonesia untuk menunjukkan ketahanan industri di masa depan sekaligus mempercepat lahirnya inovasi bahan bangunan ramah lingkungan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Derita Selisih Stock Opname Toko, saat Karyawan Jadi Samsak Omelan Bos
-
Fairuz Al Rafiq & Sonny Septian Terapkan Pola Asuh Mereka di Film Anak-Anak Bambu
-
Pakar Soroti Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus, Dorong KPK Ambil Alih
-
Menkeu Ancam Kejar Peserta Tax Amnesty Bandel, PPATK Ikut Telusuri Dana Masuk
-
Penghitungan Kerugian Negara Disorot, BPKP Diminta Evaluasi Metode Audit
-
Jogja Dibanjiri Event, Pelaku Industri Kreatif Diingatkan Jangan Ganggu Aktivitas Warga
-
Tolak Rencana Pembatasan Kadar Nikotin dan Tar, APTI Minta Perlindungan Presiden
-
Tahir Solo Museum Resmi Dibuka, Ada Fosil Dinosaurus 20 Meter!
-
Ulasan Novel Lara Rasa, Menata Ulang Masa Depan Sebelum Usia Tiga Puluh
-
Arsenal Gunakan Jalur Agen untuk Datangkan Bruno Guimaraes, Newcastle Mulai Gerah