- Harga beras semua kualitas naik, beras bawah I melonjak ke Rp15.500/kg.
- Cabai rawit merah melambung tinggi 17,85% menjadi Rp54.300/kg.
- Gula premium dan minyak kemasan naik, harga ayam dan telur justru turun.
Suara.com - Dompet emak-emak tampaknya harus kembali diperas lebih kencang. Pasalnya, harga sejumlah komoditas pangan utama di pasar tradisional menunjukkan tren kenaikan yang cukup signifikan pada Rabu (29/4/2026). Beras dan cabai rawit merah menjadi "aktor utama" yang membebani belanja rumah tangga hari ini.
Berdasarkan pantauan dari data Panel Harga Pangan Nasional Bank Indonesia (PIHPS) di laman bi.go.id/hargapangan pukul 09.16 WIB, kenaikan harga beras merata di semua lini. Beras kualitas bawah I, misalnya, melesat 6,53 persen atau naik Rp950 menjadi Rp15.500 per kilogram. Kondisi serupa terjadi pada beras kualitas bawah II yang merangkak naik ke level Rp14.900 per kilogram.
Tak mau kalah, beras kualitas medium pun ikut memanas. Beras medium I naik Rp250 menjadi Rp16.350 per kilogram, sementara beras medium II melonjak 2,19 persen ke angka Rp16.300 per kilogram. Untuk kelas premium, beras super I dan II juga mengalami kenaikan meski tipis, masing-masing bertengger di harga Rp17.450 dan Rp16.950 per kilogram.
Namun, kejutan sesungguhnya datang dari "si pedas". Harga cabai rawit merah melonjak drastis hingga 17,85 persen atau naik sebesar Rp11.300, membuat harganya kini menyentuh Rp54.300 per kilogram. Cabai merah besar pun ikut terkerek naik ke Rp49.300 per kilogram.
Kontras dengan kerabatnya, cabai rawit hijau justru "adem" dengan penurunan tajam 18,16 persen ke level Rp40.100 per kilogram.
Sektor protein hewani juga terpantau variatif. Daging sapi kualitas I dan II kompak naik di kisaran Rp4.000-an, masing-masing menjadi Rp152.250 dan Rp144.650 per kilogram. Kabar baiknya, harga daging ayam ras justru melandai 4,70 persen ke posisi Rp37.550 per kilogram, diikuti telur ayam yang turun ke Rp31.200 per kilogram.
Di barisan sembako lainnya, gula pasir premium masih memberikan tekanan dengan kenaikan 5,43 persen menjadi Rp21.350 per kilogram. Sementara itu, meski minyak goreng curah turun ke Rp19.450, harga minyak goreng kemasan bermerek I dan II justru masih merangkak naik, masing-masing dibanderol Rp23.850 dan Rp23.000 per kilogram.
Kenaikan harga beras, cabai, dan gula ini diprediksi masih akan menjadi beban utama belanja rumah tangga dalam beberapa hari ke depan, meski sedikit terkompensasi oleh turunnya harga ayam dan telur.
Baca Juga: KPK Periksa Billy Beras Terkait Kasus Suap Proyek Jalur Kereta DJKA
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Rupiah Babak Belur Pagi Ini ke Level Rp17.289 Per Dolar AS
-
IHSG Menghijau di Awal Perdagangan Rabu, Simak Saham yang Cuan
-
Bos OJK Dorong Perempuan Melek Keuangan Digital
-
Bos Agung Sedayu: Kami Tak Sekadar Jual Properti, tapi Bangun Kawasan Masa Depan
-
Marak Penyalahgunaan Narkoba, Pengusaha Liquid Tegaskan Vape Legal Aman
-
Harga Emas Antam Merosot Tajam, Jadi Rp 2,78 Juta/Gram
-
Kawasan Ini Catat Pertumbuhan Wisatawan Tercepat di RI
-
Kemenhub Buka Opsi Sanksi untuk Green SM, dari Teguran hingga Cabut Izin
-
IHSG Tertekan, Rp1,2 T Uang Asing Kabur: Ini Saham-saham Paling Banyak Dilego
-
Gen Z Ramai Pakai Fintech, Tapi Minim Literasi