Bisnis / Makro
Rabu, 29 April 2026 | 17:59 WIB
Presiden Prabowo Subianto. DOK. Laily Rachev - Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
Baca 10 detik
  • Prabowo resmikan 13 proyek hilirisasi Fase II senilai Rp116 triliun di Cilacap.
  • Fokus pada sektor energi, mineral, dan tani guna pangkas impor bensin & LPG.
  • Hilirisasi jadi strategi utama Presiden Prabowo bawa Indonesia lebih makmur.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Nilai investasi dari seluruh proyek strategis tersebut mencapai Rp 116 triliun. 

Adapun ke 13 proyek tersebut mencakup 5 sektor energi, 5 sektor mineral, dan 3 sektor pertanian

"Groundbreaking hilirisasi tahap ke-2 yang mencakup 13 proyek strategis hilirisasi senilai kurang lebih Rp 116 triliun meliputi 5 proyek di sektor energi, 5 proyek di sektor mineral, dan 3 proyek di sektor pertanian. Hilirisasi adalah jalan satu-satunya untuk kita bisa lebih makmur,” kata Prabowo dalam pidatonya. 


Di antara 13 proyek tersebut mencakup pengembangan kapasitas kilang gasoline di Dumai dan Cilacap, yang diproyeksikan bisa menekan ketergantungan impor bensin hingga 2 juta kiloliter per tahun. 

Kemudian pengembangan terminal BBM yang diproyeksikan menambah kapasitas hingga 153 ribu kiloliter. 

Lalu terdapat proyek hilirisasi batubara menjadi Dimetil Eter atau DME di Tanjung Enim, Sumatra Selatan. Melalui proyek tersebut diharapkan dapat menekan ketergantungan terhadap impor LPG.

Peletakan batu pertama ke-13 proyek tersebut merupakan tindak lanjut dari program hilirisasi Fase I yang telah dilaksanakan pada Februari 2026. Pada fase pertama, proyek hilirisasi mencakup enam proyek strategis di sektor mineral, energi, dan agroindustri dengan nilai investasi mencapai USD 7 miliar. 

Adapun daftar lengkap  13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II sebagai beriktut: 


1. Pembangunan fasilitas kilang gasoline di Dumai (Riau)

Baca Juga: Target 120 Juta Motor Listrik Dinilai Belum Realistis, IESR Soroti Infrastruktur dan Beban Fiskal

2. Pembangunan fasilitas kilang gasoline di Cilacap (Jawa Tengah)

3. Pembangunan tangki operasional BBM di Palaran (Kalimantan Timur)

4. Pembangunan tangki operasional BBM di Biak (Papua)

5. Pembangunan tangki operasional BBM di Maumere (Nusa Tenggara Timur)

6. Fasilitas pengolahan batubara menjadi DME di Tanjung Enim (Sumatera Selatan)

7. Pengembangan fasilitas manufaktur baja nirkarat dari nikel di Morowali Industrial Park (Sulawesi Tengah)

Load More