- Nilai tukar rupiah anjlok ke level Rp17.382 per dolar AS pada Kamis pagi, 20 April 2026.
- Pelemahan rupiah terjadi saat mayoritas mata uang Asia justru menguat terhadap dolar Amerika Serikat hari ini.
- Kondisi geopolitik Timur Tengah dan kebijakan blokade Hormuz memicu kekhawatiran investor hingga menekan performa mata uang rupiah.
Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) anjlok semakin dalam pada Kamis pagi (20/4/2026) dan mencetak rekor performa terburuk sepanjang masa.
Berdasarkan data Bloomberg nilai tukar rupiah pagi ini berada di zona merah ke level Rp17.382 per dolar AS atau melemah 0,31 persen dari perdagangan Rabu, 29 April 2026 di level Rp17.326. Sedangkan, kurs Jisdor BI menunjukkan mata uang garuda berada di level Rp17.324.
Padahal,mayoritas mata uang di Asia menguat terhadap dolar AS pagi ini. Peso Filipina menguat 0,19 persen, disusul baht Thailand menguat 0,17 persen.
Lalu, ada won Korea menguat 0,12 persen, yen Jepang menguat 0,09 persen. Diikuti dolar Singapura menguat 0,07 persen, dolar Hong Kong menguat 0,03 persen dan yuan China menguat 0,01 persen.
Sedangkan, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 98,92, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 98,96.
Pelemahan ini dinilai Analis Doo Financial Futures Lukman Leong sebagai tingginya kekhawatiran pasar terhadap kondisi perdamaoan Timur Tengah yang belum mereda.
"Rupiah kembali melemah terhadap dolar AS oleh kekuatiran investor seputar prospek perdamaian di Timur Tengah," katanya saat dihubungi Suara.com.
Kata dia, kenaikan indeks dolar AS merespon hasil FOMC yang lebiih hawkish, dan harga minyak dunia yang kembali naik setelah Trump mengatakan akan terus memblokade Hormuz.
"Trump mengatakan akan terus memblokade Hormuz dengan adanya kesepakatan nuklir," jelasnya.
Baca Juga: Mengapa Rupiah Terus Anjlok?
Ia memperkirakan nilai tukar rupiah hari ini masih terus melemah bahkan hingga Rp 17.400 per dolar AS.
Berita Terkait
-
Kemenperin: Industri Kertas Untung dengan Lemahnya Nilai Tukar Rupiah
-
BI Kuras Devisa Negara Triliunan Demi Rupiah Menguat 'Se-Perak Dua-Perak'
-
Rupiah Cetak Rekor Buruk ke Level Rp17.326 per Dolar AS
-
Rupiah Babak Belur Pagi Ini ke Level Rp17.289 Per Dolar AS
-
Rupiah Loyo Lagi, Masih Betah di Level Rp 17.242/USD
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
Terkini
-
IHSG Mulai Melemah Kembali Tapi Masih di level 6.200, Saham BBCA Gacor
-
Dunia Borong Perhiasan Indonesia, Nilai Ekspor Melonjak hingga 9,1 Miliar Dolar AS
-
Pemilik Angkat Bendera Putih, Pizza Hut Resmi Dijual Rp47 Triliun
-
Pinjol Akseleran dan Awantunai Alami Kredit Macet Tinggi, Terancam Bangkrut!
-
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.784 Triliun Perlu Diwaspadai, Apa Faktornya?
-
Rupiah Alami Pelemahan, Cek Harga Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
Cabai Rawit Makin Pedas di Kantong! Harga Tembus Rp82.300 per Kg
-
Rupiah Kembali Lesu, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.738
-
Investor Ragu Komitmen Damai AS - Iran, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik
-
IHSG Masih Dalam Tren Menguat, Pantau Saham BMRI