Bisnis / Inspiratif
Minggu, 03 Mei 2026 | 08:53 WIB
Owner Batik Shiroshima, Dian Nutri Justisia Shirokadt, bersama Puan Maharani di event Paris Fashion Week. (Dok. Shiroshima)
Baca 10 detik
  • Shiroshima Indonesia asal Yogyakarta sukses mengekspor produk batik ramah lingkungan ke berbagai negara serta tampil di Paris Fashion Week.
  • Pemilik bisnis Dian Nutri mengembangkan Shiroshima sejak 2019 dengan memanfaatkan pengalaman profesional dan dukungan program BRILian Preneur dari BRI.
  • Perusahaan terus memperluas jangkauan pasar internasional melalui kegiatan business matching serta berinovasi melalui kolaborasi lintas sektor yang kreatif.

Suara.com - Di Yogyakarta, ada UMKM batik yang pencapaiannya terbilang luar biasa. Selain berhasil menjual ke luar negeri, produk batiknya juga sampai mejeng di event bergengsi dunia, Paris Fashion Week.

UMKM itu adalah Shiroshima Indonesia, brand fashion batik yang berdiri sejak 2019. Originalitas desain hingga teknik batik tulis dan cap oleh tangan-tangan pengrajin batik, menjadi ciri khas.

Kemudian, juga menggunakan bahan yang ramah lingkungan, seperti recycled malam batik yang didaur ulang dari sisa pelorodan. Sehingga air dan malam batik dapat digunakan kembali keesokan harinya.

Owner Shiroshima, Dian Nutri Justisia Shirokadt, saat di rumah produksi yang berada di Desa Lendah, Kulon Progo. (Dok. Shiroshima)

Ditambah lagi, pemilik Shiroshima, yakni Dian Nutri Justisia Shirokadt, memiliki pengalaman lebih dari sembilan tahun di perusahaan furniture Singupura yang bernama Cellini Furniture dan Space Furniture di Singapura.

Pengalaman ini tentu memberikan bekal tersendiri dalam merancang busana batik hingga pengelolaan secara bisnis.

Tak heran bahwa sejak berdiri, Shiroshima memiliki visi yang jauh ke depan. Tak hanya fokus pada pasar domestik, tetapi juga internasional dengan banyak mengikuti business matching di luar negeri.

Owner Shiroshima, Dian Nutri Justisia Shirokadt, saat melakukan business matching di Jepang pada 2023. (Dok. Shiroshima)

Terbukti, buah dari  kegiatan-kegiatan itu membuat  Shiroshima berhasil melakukan ekspor produknya ke beberapa negara, seperti Malaysia, Singapura, Australia, hingga Prancis.

Bahkan, saking digemarinya di Malaysia. Shiroshima memiliki store di Kuala Lumpur sejak dua tahun yang lalu.

"Pasar lokal kami terbanyak di Jakarta dan Bali, Shiroshima store di Sarinah Jakarta dan Pendopo Jakarta juga Bali. Untuk bisnis matching kami pernah ke Tokyo Jepang, Dubai dan  Hongkong juga," ujar Dian Nutri.

Baca Juga: Penguatan Ekonomi UMKM Batik di Giriloyo Melalui 'Diplomasi' Pasar Global

"Dalam dua tahun terakhir export kami ke Taiwan, Perancis, Australia, Singapore dan juga ke Malaysia," lanjutnya.

Terdekat, Shiroshima akan berangkat mewakili Indonesia ke Seoul, Korea Selatan, undangan dari Kemendag untuk business matching B2B di ASEAN- Korea Center pada tanggal 28-29 Mei 2026, beserta 9 UMKM dari Indonesia untuk market export di Korea..

"Ini besok 28-29 Mei, kami ada fashion show, bisnis matching ke Korea. Mirip expo tapi untuk ekspor buyer,"  tuturnya menambahkan

Pernah Mejeng di Paris Fashion Week

Setelah aktif mengikuti business matching, Shiroshima semakin dikenal hingga diundang untuk mengikuti kegiatan di Paris Fashion Week, salah satu acara presentasi desainer bergengsi yang diadakan setiap dua kali dalam setahun di Paris, Prancis.

Shiroshima ikut serta pada Maret 2024 untuk pameran B2B. Kemudian, pada September-Oktober 2024 untuk pameran B2B dan fashion show.

"Kami tahun 2024 pernah ikut Paris Fashion Week. Di sana ada kegiatan fashion, ada exhibition juga," kata Dian.

Owner Shiroshima, Dian Nutri Justisia Shirokadt, ketika di event pameran Paris Fashion Week pada 2024. (Dok. Shiroshima)

Secara keseluruhan, sudah tiga kali mendapatkan kesempatan ke Prancis. Selain Paris Fashion Week juga ada event Java in Paris yang secara eksposure sangat terasa dampaknya.

"Ke Paris tiga kali. Pertama kali diundang oleh Pak Gibran berkerjasama dengan Pemkot Solo, Shopee, dan KBRI Paris produk Shiroshima di jual di departement store Le BHV Marais di Paris. Kemudian di 2024 dua kali di event Paris Fashion Week untuk pameran dan fashion show pada Maret dan September 2024," ujar Dian.

“Selama beberapa bulan di department store ternama di Le BHV Marais Paris dan terjual keseluruhan,” lanjut wanita 45 tahun itu.

Peran BRI dalam Perjalanan Shiroshima

Owner Shiroshima, Dian Nutri Justisia Shirokadt, bersama tim BRILian Preneur Sagan Yogyakarta di storenya. (Dok. Shiroshima)

Di balik kesuksesan yang terlihat megah itu, tentu banyak proses yang dilalui Dian. Salah satu yang menjadi jembatan adalah BRI melalui program BRILian Preneur.

Pada kesempatan itu, Dian diberi kesempatan untuk memperkenalkan produk batiknya pada expo yang diselenggarakan BRI di Jakarta. Di dalamnya ada calon-calon buyer dari dalam dan luar negeri.

Kemudian, juga ada Rumah BUMN BRI yang memberikan pelatihan-pelatihan yang bermanfaat untuk pelaku usaha.

"BRI sangat membantu perkembangan bisnis Shiroshima, dari UMKM lokal Yogyakarta sehingga menjadi UMKM yang dapat bersaing di pasar Internasional, salah satu program nya adalah BRILian Preneur yang mencakup pembelajaran inkubasi, pameran export BRILian Preneur di Jakarta yang diadakan setiap tahunnya dan Shiroshima telah mengikuti selama empat tahun berturut-turut di JCC Jakarta dan juga di TEI BSD," ungkap Dian.

"Tim BRILian Preneur Jogja sangat membantu perkembangan brand awareness kami dengan membuatkan video dan foto-foto produk yang dibantu oleh tim mereka," lanjutnya.

Batik Shiroshima saat kegiatan pameran. (Dok. Shiroshima)

Selama pameran yang diadakan BRI, Dian mengakui bisa menambah exposure brand. Bersua dengan pelanggan yang sebelumnya hanya melihat via website hingga peluang-peluang lainnya.

"Nambah exposure, kayak costumer-costumer itu lebih mengenal kami ya. Awalnya kan dari website, kalau kami ada pameran di Jakarta jadi tahu produknya seperti ini. Kadang-kadang dapat link orderan dari instansi juga," ujar wanita asal Yogyakarta itu.

Peluas Kolaborasi dan Kerja Sama

Pencapaian-pencapaian sekarang tidak membuat Dian cepat puas. Peningkatan dan pengembangan bisnis terus dilakukan. Salah satu startegi yang dilakukan ke depan adalah kolaborasi dan kerja sama.

Belum lama ini, Shirosima telah berkolaborasi dengan Kemenekraf/Bekraf, berupa menyediakan menyediakan jaket kimono untuk atlet game Mobile Legends. Kolaborasi semacam ini akan terus dilakukan ke berbagai sektor.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, mengenakan batik dari Shiroshima di kejuaraan dunia Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) yang biasa disebut M7 World Championship. (Dok. Kemenekraf)

“Di Desember 2025, perusahaan Moonton Singapore menghubungi Shiroshima untuk berkolaborasi dengan Mobile Legends, EKRAF, Shiroshima untuk event ajang international M7 di jakarta pada Januari 2026,” ujar Dian.

“Shiroshima mendesain motif, baju kimono untuk para atlet game Mobile Legend, manajemen dan juga para menteri yang hadir kegiatan M7 di Pondok Indah Kapuk,” lanjutnya.

"Kami sangat bangga bisa berkolaborasi di event ajang international, sehingga ke depannya Shiroshima dapat berkolaborasi dengan instansi yang lain untuk dapat membantu menonjolkan identitas dari perusahaan atau acara mereka,” tuturnya menambahkan.

Shiroshima membuktikan bahwa batik tak sekadar warisan, tetapi juga masa depan. Di tangan generasi yang berani berinovasi, batik tampil lebih relevan, lebih dekat dengan anak muda, hingga melangkah jauh melintasi batas negara.

Load More