News / Nasional
Kamis, 30 April 2026 | 13:52 WIB
Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayanti. (Foto: Bidik layar video)
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua Komisi X DPR RI meminta UGM menonaktifkan dosen Cahyaningrum Dewojati atas dugaan keterlibatan kasus kekerasan anak.
  • Dugaan keterlibatan tersebut berkaitan dengan posisi dosen sebagai penasihat Yayasan Daycare Little Aresha di Yogyakarta yang bermasalah.
  • Negara harus memprioritaskan pemulihan psikis korban serta memberikan sanksi tegas bagi tenaga pendidik yang terlibat dalam kasus kekerasan.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Esti Wijayanti meminta Universitas Gadjah Mada (UGM) segera menonaktifkan salah satu dosennya, Cahyaningrum Dewojati.

Langkah ini dinilai mendesak menyusul dugaan keterlibatan sang dosen sebagai penasihat Yayasan Daycare Little Aresha, Yogyakarta, yang kini tengah terseret dalam kasus kekerasan terhadap anak.

Esti menegaskan bahwa penonaktifan ini merupakan bentuk langkah antisipatif sekaligus komitmen institusi pendidikan dalam menghargai proses hukum yang berjalan.

Selain status dosen tersebut, Esti juga menyoroti adanya nama seorang hakim yang tercatat dalam struktur organisasi daycare bermasalah tersebut.

"Akan lebih baik secepat mungkin dinonaktifkan kalau memang tersangka, tapi tentu saja ada proses hukum," tegas Esti di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Bagi Esti, status sebagai tenaga pendidik maupun tokoh berpengaruh bukanlah "tameng" untuk berlindung, melainkan tanggung jawab moral yang lebih berat.

Ia bahkan berpendapat bahwa sanksi bagi mereka yang memahami aturan namun tetap terlibat dalam kekerasan semestinya dilipatgandakan.

“Hukuman sanksi terhadap tenaga pendidik maupun tokoh berpengaruh bisa tiga kali lipat dari sanksi yang diberikan kepada umum yang tidak paham," tegasnya.

Di sisi lain, Esti mengingatkan bahwa penyelesaian kasus ini tidak boleh hanya berhenti pada hukuman bagi pelaku. Pemulihan mental dan psikis anak-anak yang menjadi korban menurutnya harus menjadi prioritas utama negara.

Baca Juga: Viral CCTV Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Polisi Ungkap Kejadian Terjadi Dua Kali

“Kasus ini tidak hanya soal pelaku dihukum berat, tetapi juga bagaimana negara hadir memberikan pendampingan kepada anak-anak yang terdampak," pungkasnya. (Antara)

Load More