- Kementerian ESDM sedang menguji penggunaan Compressed Natural Gas sebagai alternatif bahan bakar rumah tangga guna menekan ketergantungan LPG.
- Pakar migas menilai CNG tidak praktis untuk rumah tangga karena membutuhkan tabung berukuran besar dan material sangat tebal.
- Penggunaan CNG berisiko tinggi di pemukiman padat akibat tekanan ekstrem sehingga lebih disarankan untuk kebutuhan sektor industri saja.
Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini tengah menjajaki penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif bahan bakar rumah tangga guna menekan ketergantungan pada LPG.
Salah satu langkah yang sedang diuji coba adalah pengemasan CNG dalam ukuran tabung 3 kilogram. Namun, rencana ini memicu diskusi hangat di kalangan ahli industri migas karena kendala teknis dan kepraktisan.
Ketua Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (Aspermigas), Moshe Rizal, memberikan catatan kritis terkait dimensi fisik gas alam terkompresi tersebut.
Menurutnya, karakteristik CNG sangat berbeda dengan LPG, yang berdampak langsung pada bentuk dan bobot tabung di tangan konsumen kelak.
Dimensi Tabung: Isi 3 Kg, Ukuran "Raksasa"
Masalah utama terletak pada densitas atau kerapatan energi. Moshe menjelaskan bahwa CNG memiliki densitas energi sekitar 2,5 kali lebih rendah dibandingkan dengan LPG.
Artinya, untuk menghasilkan tingkat panas atau energi yang setara dengan 3 kg LPG, volume gas CNG yang dibutuhkan jauh lebih banyak.
"Bayangkan jika kita memikirkan tabung CNG 3 kilogram. Itu isinya, tetapi untuk mendapatkan densitas energi yang sama, fisik tabungnya sendiri kemungkinan besar justru akan lebih besar daripada tabung LPG 12 kilogram yang kita kenal sekarang," ungkap Moshe saat memberikan keterangan kepada media, Rabu (6/5/2026).
Selain ukuran yang membengkak, tabung CNG juga menuntut spesifikasi material yang jauh lebih kokoh. Hal ini disebabkan oleh perbedaan tekanan yang mencolok:
Baca Juga: Pangkas Impor LPG, Bahlil Siapkan Strategi CNG: Bahan Baku Melimpah, Gas Dalam Negeri!
LPG: Hanya memiliki tekanan sebesar 5–10 bar.
CNG: Memerlukan tekanan ekstrem mencapai 200–250 bar.
Tekanan yang 25 kali lipat lebih kuat ini mewajibkan tabung dibuat jauh lebih tebal untuk menjamin stabilitas dan mencegah risiko ledakan.
"Ujung-ujungnya tabungnya jadi lebih berat. Sudah lebih besar, lebih berat pula. Bahkan bobot tabungnya bisa melampaui berat gas di dalamnya," tambahnya.
Harga Karbon Fiber dan Kompor Khusus
Sebenarnya terdapat solusi teknologi untuk mengatasi bobot tabung yang berat, yakni menggunakan material carbon fiber.
Tag
Berita Terkait
-
Wanti-wanti LPG Mau Digantikan CNG: Bahaya, Tekanannya 25 Kali Lipat!
-
Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
Beda CNG dan LPG, Benarkah Lebih Murah dari Gas Melon 3 Kg?
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran
-
Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk
-
Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas
-
Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
-
Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!
-
Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci
-
Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan
-
Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat
-
Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun
-
Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026