Bisnis / Makro
Minggu, 10 Mei 2026 | 10:27 WIB
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jakarta, Jumat (10/4/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym].
Baca 10 detik
  • IHSG di Bursa Efek Indonesia menguat 0,18 persen ke level 6.969,396 sepanjang periode 4 hingga 8 Mei 2026.
  • Investor asing mencatatkan beli bersih fantastis senilai Rp11,42 triliun, terutama pada saham sektor ritel PT Mitra Adiperkasa.
  • Aktivitas perdagangan bursa melonjak signifikan dengan kenaikan nilai transaksi harian mencapai 26,14 persen menjadi Rp23,06 triliun.

Suara.com - Pasar modal Indonesia menunjukkan daya tahan yang menarik di tengah fluktuasi ekonomi global dan tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Sepanjang periode perdagangan 4 hingga 8 Mei 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan rapor positif secara mingguan, didorong oleh kembalinya minat investor mancanegara ke pasar domestik.

Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG secara akumulatif menguat sebesar 0,18 persen dalam sepekan terakhir. Indeks kini bertengger di level 6.969,396, naik tipis dari posisi penutupan pekan sebelumnya yang berada di angka 6.956,804.

Meski demikian, pergerakan indeks di hari terakhir perdagangan, Jumat (8/5), sempat mengalami tekanan cukup dalam dengan koreksi sebesar 2,86 persen.

Indeks Melemah, Asing "Net Buy" Jumbo

Fenomena menarik terjadi pada penutupan pekan kedua Mei ini. Walaupun indeks mengalami pelemahan signifikan pada hari Jumat, investor asing justru melakukan aksi beli bersih (net foreign buy) dengan nilai yang sangat besar, mencapai Rp11,42 triliun di seluruh pasar.

Sektor ritel menjadi primadona utama, di mana saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mencatatkan nilai beli bersih asing paling fantastis senilai Rp11,8 triliun.

Langkah agresif pemodal asing ini memberikan angin segar di tengah catatan net foreign sell sejak awal tahun yang masih berada di angka Rp37,61 triliun. Selain MAPI, beberapa saham lain yang banyak diburu asing antara lain BBRI, NSSS, MDKA, dan TLKM.

Aktivitas Perdagangan BEI Melonjak Tajam

Baca Juga: Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Kondisi pasar yang dinamis ternyata memicu peningkatan aktivitas transaksi yang signifikan di lantai bursa. Seluruh indikator perdagangan menunjukkan kenaikan dua digit dibandingkan pekan sebelumnya:

  • Rata-rata Nilai Transaksi Harian: Melonjak 26,14 persen menjadi Rp23,06 triliun.
  • Rata-rata Volume Transaksi Harian: Meningkat 23,57 persen dengan jumlah 45,86 miliar saham yang berpindah tangan.
  • Frekuensi Transaksi Harian: Naik 9 persen menjadi 2,55 juta kali transaksi per hari.
  • Kapitalisasi Pasar: Ikut terkerek naik menjadi Rp12.406 triliun.

Dalam daftar Top Gainers indeks Kompas100, kelompok usaha Mitra Adiperkasa mendominasi lewat kenaikan saham MAPI sebesar 12,36 persen dan MAPA sebesar 5,60 persen. Emiten telekomunikasi ISAT serta sektor kesehatan seperti KLBF dan MIKA juga berhasil parkir di zona hijau.

Sebaliknya, tekanan berat dirasakan oleh sektor pertambangan dan energi. Beberapa emiten seperti DSSA, TINS, INDY, dan INCO terperosok dengan koreksi harian yang mencapai belasan persen.

Aksi jual asing juga terpantau masih cukup masif pada saham BMRI dengan nilai pelepasan mencapai Rp436,4 miliar.

Analisis Singkat: Menjaga Optimisme di Tengah Tekanan

Meskipun IHSG masih dibayangi oleh volatilitas tinggi akibat faktor eksternal, lonjakan nilai transaksi harian menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia masih tetap terjaga.

Load More