Bisnis / Keuangan
Rabu, 13 Mei 2026 | 17:19 WIB
Pergerakan IHSG terus melemah pada penutupan jelang libur panjang. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • IHSG ditutup melemah 1,977 persen ke level 6.723,320 pada perdagangan Rabu, 13 Mei 2026 di Bursa Efek Indonesia.
  • Pelemahan indeks dipicu oleh pengumuman review kuartalan MSCI Mei 2026 yang mengeluarkan beberapa saham dari daftar globalnya.
  • OJK menyatakan bahwa keluarnya saham dari indeks MSCI bukan sepenuhnya cerminan penurunan fundamental atau kapitalisasi pasar perusahaan terkait.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampaknya nyaman berada di zona merah pada perdagangan, Rabu, 13 Mei 2026. IHSG ditutup melemah 1,977 persen ke level 6.723,320.

Phintraco Sekuritas dalam risetnya menjelaskan, pelemahan indeks dipicu keluarnya beberapa saham dari daftar MSCI Global Standards Index dan MSCI Global Small Cap Index dalam pengumuman review kuartalan MSCI Mei 2026.

"Namun perkiraan foreign outflow tidak sebesar proyeksi sebelumnya dan optimisme investor bahwa Indonesia masih tidak berubah di Emerging Market," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Rabu (13/5/2026).

Pergerakan IHSG terus melemah pada penutupan jelang libur panjang. [Antara].

Selain itu, pasar juga mulai melihat bahwa sebagian arus dana asing yang keluar sebelumnya sudah mengantisipasi keputusan MSCI tersebut. Kondisi itu membuat tekanan jual dinilai tidak sedalam kekhawatiran awal investor.

Phintraco menambahkan, penjelasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga turut menjadi sentimen penahan tekanan pasar. OJK menyebut tidak semua saham yang keluar dari MSCI Global Small Cap Index disebabkan oleh penurunan fundamental maupun kapitalisasi pasar.

Sebagian saham justru dinilai mengalami peningkatan kapitalisasi sehingga layak naik kelas ke kelompok indeks yang lebih tinggi. Namun perpindahan tersebut belum dapat dilakukan karena adanya pembekuan sementara dari MSCI.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menilai tekanan terhadap IHSG masih cukup besar. Pelebaran histogram negatif pada indikator MACD masih berlanjut, diiringi stochastic RSI yang bergerak menuju area oversold.

Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan masih berpotensi menguji area support di level 6.700 hingga 6.650 pada perdagangan pekan depan.

Di tengah tekanan pasar, investor juga masih mencermati potensi arus keluar dana asing pasca implementasi hasil rebalancing MSCI yang efektif berlaku pada akhir Mei 2026.

Baca Juga: Strategi Investasi Usai Rebalancing MSCI: Saatnya Wait and See atau Borong Blue Chip?

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan hari ini, sebanyak 37,13 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 19,77 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,27 juta kali.

Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 260 saham bergerak naik, sedangkan 428 saham mengalami penurunan, dan 271 saham tidak mengalami pergerakan.

Pada hari ini, saham-saham yang mencatatkan kenaikan terbesar antara lain KOPI, ELPI, KONI, NEST, FIRE, ICON.

Sementara saham yang mengalami pelemahan terbesar adalah TPIA, SHIP, SGRO, NZIA, YOII, BREN, DSSA.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Load More