- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan utang pemerintah Indonesia mencapai Rp 9.920,42 triliun per akhir Maret 2026.
- Pemerintah mengklaim kondisi utang tetap aman karena rasio 40,75 persen PDB masih di bawah batas 60 persen.
- Posisi utang Indonesia dinilai lebih rendah dibandingkan banyak negara lain berdasarkan perbandingan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal utang Pemerintah Indonesia yang mencapai Rp 9.920,42 triliun per akhir Maret 2026.
Meski nyaris Rp 10.000 triliun, Menkeu Purbaya berdalih utang Indonesia masih aman. Sebab rasio utang masih di angka 40,75 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), jauh dari ambang batas 60 persen sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
"Kalau kita lihat Maastricht Treaty atau acuan paling ketat di Eropa, rasio utang ke PDB berapa? 60 persen. Kita masih jauh. Iya masih aman. Masih sekitar 40-an, ke-40 lebih sedikit. Jadi aman," katanya dalam media briefing yang digelar di Kantor Kemenkeu, dikutip Jumat (15/5/2026).
Menkeu Purbaya lalu membandingkan utang Indonesia dengan negara-negara di Asia Tenggara. Mulai dari Singapura dengan rasio utang 180 persen terhadap PDB, Malaysia 60 persen, hingga Thailand.
Bendahara Negara pun mengklaim kalau utang Indonesia masih lebih rendah dengan negara di luar kawasan seperti Amerika Serikat hingga Jepang, yang disebutnya memiliki rasio 275 persen terhadap PDB.
"Jadi, kalau dilihat dari itu, harusnya Anda muji-muji kita. Cuma enggak pernah kan? Kenapa Anda dari sisi negatif terus? Lihat dari sisi komparatif," jawab Purbaya.
Purbaya lalu menganalogikan bahwa utang negara mirip seperti utang perusahaan. Apabila perusahaan mau mengembangkan usaha, dia bisa mengajukan utang. Namun kemampuan tiap perusahaan berbeda-beda dalam membayar utang.
"Tapi perusahaan yang kecil sama perusahaan yang besar beda kemampuannya. Kalau satu perusahaan untungnya cuma Rp 1 juta, dia utang Rp 1 juta, sudah kesusahan. Tapi kalau perusahaan yang untungnya Rp 100 juta, utang Rp 1 juta, enggak apa-apa. Makanya dibagi rasio debt to GDP. Seperti itu kira-kira," jelasnya.
Baca Juga: Nunggak Utang Rp 3 Juta, Pria di Cilincing Ditusuk Debt Collector di Tengah Jalan
Tag
Berita Terkait
-
Nunggak Utang Rp 3 Juta, Pria di Cilincing Ditusuk Debt Collector di Tengah Jalan
-
Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita
-
Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri
-
Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD
-
Paylater: Penyelamat saat Terdesak atau Jalan Pintas Menuju Utang?
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya
-
Pasokan Gas Murah Seret, Kemenperin Minta AGIT Dicabut demi Tak Ada PHK
-
DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus
-
Investor Ritel Kini Bisa Punya Analis Saham Berbasis AI
-
Putusan KPPU Denda 97 Pinjol Harus Batal, Dinilai Lampaui Kewenangan
-
Cara Bahlil Turunkan Harga LNG, Semua Pihak Dipaksa Efisiensi
-
Kisah 11 Tahun TUKU, Gaet UMKM dan Petani Lokal hingga Hadapi Berbagai Tantangan
-
Harga Gas Industri Turun untuk Cegah PHK, Bahlil: Instruksi Presiden Prabowo
-
Mentan Mau Ekspor Beras ke Singapura, Meski Harga di Indonesia Terus Naik
-
Program Pemerintah B50 Diyakini Tak Terhambat Pasokan CPO