Bisnis / Makro
Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat acara International Seminar on Debottlenecking Channel di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (12/5/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Satgas P3-MPPE yang dibentuk Presiden Prabowo pada Oktober 2025 berhasil menarik investasi sebesar 30 miliar Dolar AS.
  • Hingga Mei 2026, Satgas telah menyelesaikan 45 dari 142 pengaduan hambatan bisnis yang diterima melalui kanal debottlenecking.
  • Pemerintah menargetkan percepatan investasi di Sumatra serta penguatan iklim bisnis untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim kalau kanal debottlenecking dari Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi (Satgas P3-MPPE) berhasil mengantongi investasi 30 miliar Dolar AS (sekitar Rp 526,5 triliun).

Tim debottlenecking atau penyelesaian hambatan bisnis ini adalah bagian dari Satgas P3-MPPE yang sebelumnya bernama Satgas P2SP. Satgas yang terdiri dari lintas kementerian dan lembaga ini dibentuk Presiden RI Prabowo Subianto pada 22 Oktober 2025 lalu.

Setelah tujuh bulan dibentuk, Purbaya menyebut kalau Satgas Debottlenecking ini berhasil mempercepat investasi hingga 30 miliar Dolar AS. Adapun investasi yang terdampak mencapai 22 miliar Dolar AS.

"Iya, lebih. Lebih dari 30 billion Dolar AS. Jadi yang impact saja 22 billion Dolar AS. Ada yang lain-lain lagi. Jadi cukup banyak tuh. Kita harapkan akan lebih banyak lagi yang akan kita pecahkan," katanya usai acara International Seminar on Debottlenecking Channel di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Kamis (14/5/2026).

Purbaya juga mengungkapkan kalau Satgas telah menerima aduan proyek yang ada di Pulau Sumatra yang bertahun-tahun terbengkalai. Ia memperkirakan peluang investasi mencapai 40 miliar Dolar AS.

"Nanti ada lagi suatu proyek di sekitar Sumatra mungkin yang sampai 40 miliar Dolar AS yang sudah bertahun-tahun enggak jalan," lanjutnya.

Dalam acara tersebut, Menkeu Purbaya menyatakan kalau hingga 12 Mei 2026, sudah ada 142 pengaduan telah disampaikan ke kanal debottlenecking. Dari total itu, 83 di antaranya sudah dibahas lewat sidang terbuka dan 45 masalah telah diselesaikan.

"Dengan ini, saya memastikan adanya mekanisme yang efektif dan efisien untuk memfasilitasi keprihatinan investor terkait perizinan dan kelancaran proses keprihatinan investor terkait investasi dan bisnis mereka di Indonesia," katanya.

Purbaya lalu memperkenalkan bahwa Satgas P3-MPPE dibentuk untuk memperbaiki iklim investasi di Indonesia. Ia menilai sektor swasta menyumbang sektor ekonomi hingga 90 persen, sedangkan 10 persen sisanya adalah belanja Pemerintah.

Baca Juga: Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Lebih lagi Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen di tahun 2029. Makanya Bendahara Negara ingin melibatkan partisipasi sektor swasta demi mencapai target tersebut.

"Jadi, kami, pemerintah Indonesia, memahami bahwa kita perlu meningkatkan keterlibatan sektor swasta dalam perekonomian kita. Oleh karena itu, memiliki iklim bisnis yang lebih baik, kebijakan investasi yang kredibel, kerangka hukum yang kuat, dan konsistensi penegakan hukum adalah kunci untuk meningkatkan keterlibatan sektor swasta dalam perekonomian kita," beber dia.

Purbaya menyebut kanal debottlenecking ini menyelenggarakan sidang tiap minggu untuk melakukan peninjauan dari laporan yang disampaikan dari setiap pengusaha dalam menghadapi hambatan bisnis.

Dengan bekal ini, Purbaya yakin iklim investasi di Indonesia bakal jauh lebih baik dalam setahun ke depan.

"Kami akan memastikan bahwa kami akan menghilangkan hambatan tersebut sesegera mungkin, mungkin dalam satu atau beberapa proses, tetapi kami pasti akan menghilangkannya," pungkasnya.

Load More