- Satgas P3-MPPE yang dibentuk Presiden Prabowo pada Oktober 2025 berhasil menarik investasi sebesar 30 miliar Dolar AS.
- Hingga Mei 2026, Satgas telah menyelesaikan 45 dari 142 pengaduan hambatan bisnis yang diterima melalui kanal debottlenecking.
- Pemerintah menargetkan percepatan investasi di Sumatra serta penguatan iklim bisnis untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim kalau kanal debottlenecking dari Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi (Satgas P3-MPPE) berhasil mengantongi investasi 30 miliar Dolar AS (sekitar Rp 526,5 triliun).
Tim debottlenecking atau penyelesaian hambatan bisnis ini adalah bagian dari Satgas P3-MPPE yang sebelumnya bernama Satgas P2SP. Satgas yang terdiri dari lintas kementerian dan lembaga ini dibentuk Presiden RI Prabowo Subianto pada 22 Oktober 2025 lalu.
Setelah tujuh bulan dibentuk, Purbaya menyebut kalau Satgas Debottlenecking ini berhasil mempercepat investasi hingga 30 miliar Dolar AS. Adapun investasi yang terdampak mencapai 22 miliar Dolar AS.
"Iya, lebih. Lebih dari 30 billion Dolar AS. Jadi yang impact saja 22 billion Dolar AS. Ada yang lain-lain lagi. Jadi cukup banyak tuh. Kita harapkan akan lebih banyak lagi yang akan kita pecahkan," katanya usai acara International Seminar on Debottlenecking Channel di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Kamis (14/5/2026).
Purbaya juga mengungkapkan kalau Satgas telah menerima aduan proyek yang ada di Pulau Sumatra yang bertahun-tahun terbengkalai. Ia memperkirakan peluang investasi mencapai 40 miliar Dolar AS.
"Nanti ada lagi suatu proyek di sekitar Sumatra mungkin yang sampai 40 miliar Dolar AS yang sudah bertahun-tahun enggak jalan," lanjutnya.
Dalam acara tersebut, Menkeu Purbaya menyatakan kalau hingga 12 Mei 2026, sudah ada 142 pengaduan telah disampaikan ke kanal debottlenecking. Dari total itu, 83 di antaranya sudah dibahas lewat sidang terbuka dan 45 masalah telah diselesaikan.
"Dengan ini, saya memastikan adanya mekanisme yang efektif dan efisien untuk memfasilitasi keprihatinan investor terkait perizinan dan kelancaran proses keprihatinan investor terkait investasi dan bisnis mereka di Indonesia," katanya.
Purbaya lalu memperkenalkan bahwa Satgas P3-MPPE dibentuk untuk memperbaiki iklim investasi di Indonesia. Ia menilai sektor swasta menyumbang sektor ekonomi hingga 90 persen, sedangkan 10 persen sisanya adalah belanja Pemerintah.
Baca Juga: Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026
Lebih lagi Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen di tahun 2029. Makanya Bendahara Negara ingin melibatkan partisipasi sektor swasta demi mencapai target tersebut.
"Jadi, kami, pemerintah Indonesia, memahami bahwa kita perlu meningkatkan keterlibatan sektor swasta dalam perekonomian kita. Oleh karena itu, memiliki iklim bisnis yang lebih baik, kebijakan investasi yang kredibel, kerangka hukum yang kuat, dan konsistensi penegakan hukum adalah kunci untuk meningkatkan keterlibatan sektor swasta dalam perekonomian kita," beber dia.
Purbaya menyebut kanal debottlenecking ini menyelenggarakan sidang tiap minggu untuk melakukan peninjauan dari laporan yang disampaikan dari setiap pengusaha dalam menghadapi hambatan bisnis.
Dengan bekal ini, Purbaya yakin iklim investasi di Indonesia bakal jauh lebih baik dalam setahun ke depan.
"Kami akan memastikan bahwa kami akan menghilangkan hambatan tersebut sesegera mungkin, mungkin dalam satu atau beberapa proses, tetapi kami pasti akan menghilangkannya," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026
-
Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik
-
Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak
-
Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi
-
Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?
-
Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong
-
Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI
-
Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus
-
Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco
-
Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris
-
Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?
-
Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?
-
Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris
-
Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam