Bisnis / Keuangan
Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB
Ilustrasi Rupiah keok di hadapan dolar. [Antara]
Baca 10 detik
  • Pengamat Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah tertekan dengan kisaran Rp17.260 hingga Rp17.930 per dolar AS pada perdagangan pekan depan.
  • Pergerakan rupiah dipengaruhi penguatan indeks dolar AS yang didorong ketidakpastian geopolitik Timur Tengah serta harga minyak dunia.
  • Sentimen hubungan dagang Amerika Serikat dan Tiongkok menjadi faktor penentu volatilitas pasar keuangan global di masa mendatang.

Ibrahim menyebut bahwa tanda-tanda terciptanya solusi yang saling menguntungkan (win-win solution) antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping diharapkan mampu meredam volatilitas di pasar finansial.

Kendati demikian, dampak konkretnya terhadap penguatan atau pelemahan greenback masih akan sangat bergantung pada realisasi dan implementasi kebijakan lanjutan dari kedua belah pihak.

“Pertemuan antara Xi Jinping dan Trump ini membuahkan hasil, ya, kemungkinan besar akan ada win-win solution untuk perang dagang,” pungkas Ibrahim.

Disclaimer: Proyeksi nilai tukar dan analisis pasar uang dalam artikel ini bersifat informatif sebagai laporan jurnalisme ekonomi. Seluruh keputusan transaksi finansial dan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi pembaca.

Load More