- Harga minyak mentah dunia melonjak pada 18 Mei 2026 akibat kebuntuan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
- Blokade Selat Hormuz menyebabkan cadangan minyak global menyusut drastis dan memicu kekhawatiran krisis pasokan energi yang berkepanjangan.
- Kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat menekan harga emas karena investor lebih memilih instrumen dengan imbal hasil.
Komoditas logam mulia ini bergerak defensif seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat konflik Timur Tengah, yang justru memperkuat ekspektasi pasar terhadap bertahannya kebijakan suku bunga tinggi.
Selain memberikan tekanan psikologis kepada Iran, kunjungan luar negeri Presiden Donald Trump ke Tiongkok baru-baru ini juga dilaporkan tidak membuahkan terobosan besar di sektor perdagangan ataupun bantuan nyata untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.
“Tiongkok tidak memberikan banyak bantuan dalam menyelesaikan konflik ini, dan kita melihat minyak mentah terus bergerak naik. Hal tersebut memperkuat narasi inflasi, yang memberikan dampak sangat buruk (bearish) bagi pergerakan logam mulia,” kata Edward Meir, analis dari Marex, dikutip dari FX.
Menurut laporan CNBC, Washington menuntut agar Iran sepenuhnya menghentikan program nuklirnya dan membuka kembali akses Selat Hormuz.
Sebaliknya, kantor berita Iran, Mehr, menyatakan bahwa AS sama sekali tidak menawarkan konsesi yang nyata dan dinilai hanya mencoba mencari keuntungan yang gagal mereka dapatkan selama perang, sehingga perundingan berakhir buntu.
Berdasarkan data CME FedWatch Tool, para pelaku pasar saat ini telah menghapus proyeksi pemotongan suku bunga acuan AS untuk tahun ini, sementara peluang bagi kenaikan suku bunga justru meningkat.
Meskipun emas secara tradisional berfungsi sebagai aset pelindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian geopolitik, instrumen ini tidak memberikan imbal hasil bunga (non-yielding). Kondisi tersebut secara otomatis mengurangi daya tariknya di mata investor ketika instrumen dengan suku bunga tinggi lebih mendominasi pasar.
Berita Terkait
-
Kecelakaan Jet Tempur AS, Dua E/A-18G Growler Tabrakan di Gunfighters Air Show
-
Harga Emas Berpotensi Melemah saat Kurs Rupiah Anjlok, Ini Penyebabnya
-
Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya
-
AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One
-
Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Upaya Damai AS - Iran Mandek, Harga Minyak Dunia Naik Kembali
-
Produk Tembakau Alternatif Makin Dilirik, Akademisi Bicara Soal Harm Reduction
-
Libur Panjang, Trafik Penumpang-Kendaraan di Merak-Bakauheni Membludak
-
OJK Sebut Ada Bank Syariah yang Buka di Tahun 2026, Ini Bocorannya
-
IHSG Dibayangi Aksi Jual Asing Rp1,35 Triliun, Saham-saham di Asia Ikut Rontok
-
Wall Street Rontok Setelah Pertemuan Donald Trump dengan Xi Jinping
-
DPR Sebut Hanya Orang Kaya yang 'Pakai Dolar', Data BPS Justru Berkata Lain
-
IHSG Bakal Tertekan Konflik Global, Simak Rekomendasi Saham yang Cocok Hari Ini
-
Harga Emas Berpotensi Melemah saat Kurs Rupiah Anjlok, Ini Penyebabnya
-
Mengapa Komentar Presiden soal Rupiah dan Dolar Menyesatkan sekaligus Berbahaya?