Bisnis / Makro
Senin, 18 Mei 2026 | 08:25 WIB
Indonesia borong minyak Rusia (freepik)
Baca 10 detik
  • Harga minyak mentah dunia melonjak pada 18 Mei 2026 akibat kebuntuan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
  • Blokade Selat Hormuz menyebabkan cadangan minyak global menyusut drastis dan memicu kekhawatiran krisis pasokan energi yang berkepanjangan.
  • Kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat menekan harga emas karena investor lebih memilih instrumen dengan imbal hasil.

Komoditas logam mulia ini bergerak defensif seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat konflik Timur Tengah, yang justru memperkuat ekspektasi pasar terhadap bertahannya kebijakan suku bunga tinggi.

Selain memberikan tekanan psikologis kepada Iran, kunjungan luar negeri Presiden Donald Trump ke Tiongkok baru-baru ini juga dilaporkan tidak membuahkan terobosan besar di sektor perdagangan ataupun bantuan nyata untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

“Tiongkok tidak memberikan banyak bantuan dalam menyelesaikan konflik ini, dan kita melihat minyak mentah terus bergerak naik. Hal tersebut memperkuat narasi inflasi, yang memberikan dampak sangat buruk (bearish) bagi pergerakan logam mulia,” kata Edward Meir, analis dari Marex, dikutip dari FX.

Menurut laporan CNBC, Washington menuntut agar Iran sepenuhnya menghentikan program nuklirnya dan membuka kembali akses Selat Hormuz.

Sebaliknya, kantor berita Iran, Mehr, menyatakan bahwa AS sama sekali tidak menawarkan konsesi yang nyata dan dinilai hanya mencoba mencari keuntungan yang gagal mereka dapatkan selama perang, sehingga perundingan berakhir buntu.

Berdasarkan data CME FedWatch Tool, para pelaku pasar saat ini telah menghapus proyeksi pemotongan suku bunga acuan AS untuk tahun ini, sementara peluang bagi kenaikan suku bunga justru meningkat.

Meskipun emas secara tradisional berfungsi sebagai aset pelindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian geopolitik, instrumen ini tidak memberikan imbal hasil bunga (non-yielding). Kondisi tersebut secara otomatis mengurangi daya tariknya di mata investor ketika instrumen dengan suku bunga tinggi lebih mendominasi pasar.

Load More