- IHSG merosot 3,76 persen pada sesi pertama, memicu kepanikan investor ritel di bursa.
- Trading Halt adalah penghentian sementara perdagangan dari BEI jika indeks turun 5 persen.
- Jangan ikut panic selling, siapkan uang tunai, dan diversifikasi aset ke instrumen emas.
Suara.com - Pasar saham Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Senin (18/5/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam. Tekanan jual yang masif memaksa IHSG terjun bebas hingga 3,76 persen (252,971 poin) ke level 6.470,348, setelah sempat terpuruk ke titik terendah di 6.441.
Melihat portofolio yang memerah lebam, banyak investor ritel yang mulai panik dan bertanya-tanya: "Apakah bursa akan dihentikan? Kapan Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menekan tombol darurat?"
Tombol darurat yang dimaksud dalam dunia pasar modal dikenal dengan istilah Trading Halt.
Namun, meski koreksi hari ini terbilang tajam, mengapa perdagangan masih terus berjalan? Mari kita bedah apa itu trading halt dan bagaimana aturan mainnya di BEI.
Apa Itu Trading Halt?
Dikutup dari Treasury.id, Trading Halt adalah penghentian sementara seluruh aktivitas perdagangan saham atau instrumen keuangan lainnya di bursa efek.
Ibarat sebuah mobil yang melaju tak terkendali di turunan tajam, trading halt adalah rem darurat yang ditarik oleh otoritas bursa untuk mencegah kecelakaan fatal.
Kebijakan ini bukan bertujuan untuk merugikan investor, melainkan sebaliknya: melindungi pasar dari kepanikan yang tidak rasional.
Saat terjadi aksi jual massal yang didorong oleh emosi sesaat atau berita mengejutkan, trading halt memberikan waktu (cooling down) bagi para pelaku pasar untuk mencerna informasi, menenangkan diri, dan menganalisis situasi secara objektif sebelum kembali mengambil keputusan finansial.
Baca Juga: IHSG Longsor Lebih dari 4%, Sentuh Level Terendah Baru dalam 52 Minggu!
Mengapa IHSG Hari Ini (Belum) Kena Trading Halt?
Jika penurunan 3,76 persen hari ini sudah membuat pasar panik, mengapa BEI tidak segera menghentikan perdagangan? Jawabannya ada pada regulasi baku yang telah ditetapkan.
BEI memiliki parameter khusus (protokol krisis) untuk mengaktifkan trading halt berdasarkan persentase penurunan IHSG dalam satu hari perdagangan:
- Penurunan 5 persen: Jika IHSG anjlok hingga 5 persen, BEI akan membekukan perdagangan selama 30 menit.
- Penurunan 10 persen: Jika setelah dibuka kembali IHSG terus merosot hingga menyentuh 10 persen, perdagangan akan dihentikan lagi selama 30 menit.
- Penurunan 15 persen: Jika penurunan mencapai 15 persen, bursa akan menghentikan seluruh perdagangan saham hingga akhir sesi perdagangan hari itu (Suspensi Penuh).
- Karena IHSG pada sesi I hari ini "baru" menyentuh penurunan 3,76 persen, batas psikologis dan regulasi 5 persen dari BEI belum terlampaui. Oleh karena itu, sistem masih mengizinkan transaksi jual-beli berjalan secara normal.
Di Balik Layar: Apa Saja Pemicu Trading Halt?
Selain karena fluktuasi indeks gabungan yang ekstrem (seperti yang mengancam IHSG hari ini), trading halt juga bisa terjadi pada saham atau komoditas spesifik karena beberapa alasan krusial:
- Rilis Berita Material Mendadak: Adanya pengumuman akuisisi, kebangkrutan, atau laporan keuangan yang jauh di luar ekspektasi pasar.
- Gangguan Teknis (System Error): Jika server bursa mengalami kendala yang merugikan proses pencocokan harga (order matching).
- Indikasi Manipulasi (Gorengan Saham): Pergerakan harga satu saham yang tidak wajar akibat indikasi insider trading atau manipulasi bandar.
Strategi Cuan Saat Pasar Dilanda Kepanikan
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Rupiah Terkapar Lemah, Bos BI: Harus Yakin Tuhan yang Maha Kuasa Bersama Kita
-
Harga Beras Lagi Mahal di 111 Kota
-
Rupiah Buat IHSG Semakin Hancur, Anjlok 1,85% Hari Ini
-
RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar
-
Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita
-
Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun
-
BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota
-
Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh
-
Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global
-
Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap