- Garuda Indonesia meraih predikat maskapai paling tepat waktu sedunia versi OAG FlightView sepanjang periode April 2026.
- Maskapai mencatat tingkat ketepatan waktu sebesar 97,9 persen dari total 5.947 penerbangan yang dilayani selama bulan April.
- Capaian ini menjadi bukti keberhasilan penguatan operasional dalam meningkatkan kepercayaan pelanggan serta reliabilitas layanan penerbangan maskapai tersebut.
Suara.com - Garuda Indonesia berhasil mempertahankan predikat sebagai maskapai paling tepat waktu di dunia versi OAG FlightView periode April 2026.
Maskapai nasional tersebut mencatat on time performance (OTP) sebesar 97,9 persen dari total 5.947 penerbangan yang dilayani sepanjang April 2026.
Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro, mengatakan pencapaian itu menjadi bukti penguatan reliabilitas operasional perusahaan mulai menunjukkan hasil positif.
“Capaian ini menjadi indikator kuat upaya berkelanjutan kami dalam meningkatkan reliability operasional mulai menunjukkan hasil yang nyata,” kata Thomas.
Melalui pemeringkatan tersebut, Garuda Indonesia kembali menjadi satu-satunya maskapai asal Asia Pasifik yang mampu berada di jajaran teratas versi lembaga riset independen asal Inggris, OAG FlightView.
Prestasi itu sekaligus melanjutkan capaian pada Maret 2026 ketika Garuda Indonesia juga mencatat OTP terbaik dunia dengan angka yang sama, yakni 97,9 persen.
Thomas menilai ketepatan waktu menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan pelanggan terhadap layanan maskapai.
“Ketepatan waktu merupakan elemen krusial dalam membangun kepercayaan pelanggan, dan kami berkomitmen untuk menjadikannya sebagai standar layanan yang konsisten kami hadirkan,” ujarnya.
Menurut dia, capaian tersebut didukung penguatan disiplin operasional di berbagai lini, mulai dari kesiapan armada, optimalisasi rotasi pesawat, hingga peningkatan koordinasi antarbagian dalam operasional penerbangan.
Baca Juga: DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
Thomas juga menegaskan pencapaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan Garuda Indonesia Group di tengah tantangan industri penerbangan yang terus berkembang.
“Kami akan terus menjaga momentum ini sebagai bagian dari langkah menuju fase turnaround yang lebih solid dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Berdasarkan metodologi OAG FlightView, perhitungan OTP dilakukan dengan membandingkan waktu kedatangan aktual pesawat di gate dengan jadwal penerbangan yang telah ditetapkan.
(Antara)
Berita Terkait
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar
-
AS Rencanakan Serangan Baru ke Iran? Puluhan Pesawat Amunisi
-
Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar
-
Kondisi Terkini PLTN Barakah UEA Usai Kebocoran Radiasi Nuklir Setelah Diterjang Bom Drone
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Pemerintah Pelit Informasi Soal Pembentukan Badan Ekspor
-
Kehadiran Dasco Belum Jadi Sentimen Positif, IHSG Makin Ambruk 3,46%
-
Perusahaan Entertaiment Jumbo Mau IPO, Clue-nya Miliki Kebun Binatang
-
Badan Ekspor Mirip Orde Baru? Ekonom CELIOS Wanti-Wanti Risiko Monopoli dan Rente Negara
-
Lampaui Standar IMF, Ini Alasan Cadangan Devisa Indonesia Diklaim Kebal Krisis Global
-
Developer RI Kini Bisa Bangun AI Trading Langsung ke Bursa Kripto
-
Rupiah Melemah, Penjualan Hewan Kurban Tetap Bergairah Jelang Iduladha 2026
-
Rupiah Jebol Rp17.700, Dasco Batal Sambangi BI di Tengah Kepanikan Pasar
-
Kebun Binatang Raksasa RI Siap Melantai di BEI, Taman Safari Segera IPO?
-
Menkeu Purbaya Buka Suara soal Pembentukan Badan Ekspor