Bisnis / Makro
Selasa, 19 Mei 2026 | 16:31 WIB
Ilustrasi
Baca 10 detik
  • Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa nasional mencapai USD 146,2 miliar pada penutupan bulan April tahun 2026.
  • Jumlah tersebut melampaui standar kecukupan internasional sebesar 114 persen untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
  • Posisi devisa yang kuat menjadi instrumen penting untuk meredam volatilitas global serta menjaga kepercayaan para investor.

Suara.com - Di tengah gelombang ketidakpastian ekonomi global yang terus menguji pasar keuangan dunia, fundamental makroekonomi Indonesia terbukti memiliki fondasi yang tangguh.

Bank Indonesia (BI) secara resmi melaporkan bahwa posisi cadangan devisa (cadev) tanah air pada penutupan April 2026 tetap bertahan pada level yang sangat kuat, yakni mencapai USD 146,2 miliar.

Capaian ini dinilai menjadi modal krusial bagi Indonesia untuk meredam efek kejut dari volatilitas eksternal, sekaligus memastikan roda perekonomian domestik tetap berputar dengan stabil.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan bahwa posisi cadangan devisa saat ini sangat memadai dalam menyokong ketahanan eksternal.

Perolehan ini juga berfungsi sebagai instrumen vital dalam mengawal stabilitas makroekonomi serta sistem keuangan nasional secara berkelanjutan.

"Bank Indonesia senantiasa mengelola cadangan devisa secara terukur guna mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah, menjaga kepercayaan pasar, serta memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia di tengah tingginya ketidakpastian global," ujar Ramdan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Jika diukur menggunakan parameter global, ketebalan tangki devisa Indonesia saat ini berada dalam kategori sangat aman.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan sekitar 114 persen dari ukuran kecukupan cadangan devisa yang dipatok berdasarkan standar internasional Dana Moneter Internasional (IMF).

Keberhasilan melampaui ambang batas minimum IMF ini bukan sekadar deretan angka di atas kertas. Realisasi tersebut mencerminkan tingginya daya tahan ekonomi nasional dalam menghadapi skenario terburuk di pasar global, termasuk potensi pelarian modal asing (capital outflow), sekaligus menjadi perisai pelindung bagi sektor riil di dalam negeri.

Baca Juga: Peneliti Ungkap Dua Ancaman Besar Ketahanan Pangan Indonesia, Apa Saja Itu?

"Level cadangan devisa ini mencerminkan kuatnya ketahanan eksternal Indonesia dan memadai untuk mendukung stabilitas sistem keuangan kita," beber Ramdan.

Menyikapi capaian kuartal kedua ini, Bank Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk terus menerapkan manajemen cadangan devisa yang terukur dan berhati-hati (pruden).

Langkah preventif ini diintegrasikan ke dalam bauran strategi kebijakan moneter untuk mengintervensi pasar secara tepat, sehingga fluktuasi nilai tukar Rupiah dapat diredam dan tetap bergerak selaras dengan nilai fundamentalnya.

Selain untuk stabilitas nilai tukar, pengelolaan aset berharga milik negara ini juga diarahkan untuk menjaga psikologis pelaku pasar. Dengan cadangan devisa yang tebal, kepastian hukum dan keamanan berinvestasi di tanah air akan tetap terjaga di mata investor jangka panjang.

Load More