Bisnis / Keuangan
Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:10 WIB
CEO Indodax, William Sutanto. (Dok. Indodax)
Baca 10 detik
  • PT Indodax mencatat hampir 10 juta pengguna menjelang peringatan Bitcoin Pizza Day pada 22 Mei 2026 mendatang.
  • Jumlah tersebut mencakup 46,5 persen dari total 21,37 juta pengguna kripto nasional berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan.
  • Pertumbuhan ini mencerminkan kematangan industri kripto melalui peningkatan standar keamanan, regulasi UU P2SK, serta transparansi sistem operasional.

Suara.com - PT Indodax mencatat jumlah member mereka kini hampir menyentuh angka 10 juta pengguna menjelang peringatan Bitcoin Pizza Day pada 22 Mei 2026.

Pencapaian tersebut disebut menjadi gambaran perkembangan industri kripto di Indonesia yang kini semakin matang, teregulasi, dan mendapat kepercayaan luas dari masyarakat.

CEO Indodax, William Sutanto mengatakan pertumbuhan jumlah member menunjukkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap platform perdagangan kripto yang mengedepankan keamanan, transparansi, dan kepatuhan regulasi.

William Sutanto resmi menjadi CEO Indodax.

“Perjalanan industri kripto hari ini sudah sangat berbeda dibanding satu dekade lalu. Jika dahulu fokus utamanya adalah akses dan adopsi, kini industri bergerak menuju fase yang lebih matang dengan menempatkan kepercayaan dan perlindungan pengguna sebagai prioritas utama,” ujar William.

Bitcoin Pizza Day sendiri merupakan momen bersejarah dalam industri kripto global yang merujuk pada transaksi pembelian dua loyang pizza menggunakan Bitcoin pada 2010. Peristiwa itu menjadi tonggak pertama Bitcoin memiliki nilai ekonomi di dunia nyata.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan per Maret 2026, jumlah pengguna kripto nasional telah mencapai 21,37 juta pengguna. Dari jumlah tersebut, hampir separuhnya atau sekitar 46,5 persen merupakan member Indodax.

Menurut William, pertumbuhan industri juga diikuti perubahan standar operasional yang semakin ketat, terutama setelah hadirnya pengawasan industri kripto melalui Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

“Dalam industri yang terus berkembang, keamanan tidak lagi hanya berbicara soal perlindungan aset, tetapi juga perlindungan identitas digital pengguna. Karena itu, praktik KYC Hygiene dan penguatan sistem keamanan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kripto yang sehat dan berkelanjutan,” lanjut William.

Sebagai bentuk transparansi, Indodax juga menyediakan sistem Proof of Reserves (PoR) agar aset pengguna dapat diverifikasi secara berkala dan memastikan ketersediaan dana tetap terjaga secara transparan.

Baca Juga: Jangan Hanya Kejar Pertumbuhan, Industri Kripto Kini Dituntut Transparan

Selain itu, Indodax kini menyediakan lebih dari 500 aset kripto yang dapat diperdagangkan, termasuk aset berbasis Real World Assets (RWA) seperti Tokenized Stocks untuk mendukung kebutuhan diversifikasi portofolio pengguna.

Sebagai platform crypto exchange yang telah berdiri lebih dari 12 tahun di Indonesia, Indodax menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perkembangan industri aset digital nasional melalui edukasi, penguatan keamanan platform, serta tata kelola yang selaras dengan regulasi dan perkembangan industri global.

Load More