- Rupiah menguat ke Rp17.653 usai BI naikkan suku bunga 5,25%.
- Investor sambut positif pemangkasan anggaran MBG pemerintah.
- Sentimen global masih bayangi penguatan rupiah jangka pendek.
Suara.com - Nilai tukar rupiah berbalik menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Rabu (20/5/2026). Penguatan mata uang Garuda terjadi setelah Bank Indonesia (BI) mengejutkan pasar dengan menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,25 persen.
Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup di level Rp17.653 per dolar AS. Posisi tersebut menguat 52 poin atau 0,29 persen dibandingkan penutupan perdagangan Selasa sebelumnya yang berada di level Rp17.704 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai penguatan rupiah didorong meningkatnya kepercayaan investor terhadap langkah pemerintah dan kebijakan moneter BI.
Menurutnya, pasar merespons positif kebijakan pemangkasan anggaran pemerintah, terutama pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di sisi lain, keputusan BI menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin juga dinilai mampu menopang stabilitas rupiah.
“Rupiah ditutup menguat ke 17.650 meski indeks dolar AS masih melanjutkan kenaikan. Penguatan rupiah ini didorong oleh respons positif investor terhadap langkah pemerintah memangkas anggaran, terutama MBG, serta keputusan mengejutkan BI menaikkan suku bunga sebesar 50 bps,” ujar Lukman kepada Suara.com.
Meski demikian, ia mengingatkan penguatan rupiah berpotensi hanya berlangsung sementara. Pasalnya, sentimen global masih membayangi pergerakan mata uang emerging market, termasuk rupiah.
“Perkembangan domestik idealnya masih bisa mendukung penguatan rupiah untuk paling tidak jangka pendek, namun perkembangan eksternal juga masih akan menjadi perhatian, terutama pernyataan-pernyataan Trump terkait Iran dan risalah pertemuan FOMC malam ini,” jelasnya.
Sementara itu, pergerakan mata uang Asia pada perdagangan sore ini terpantau bervariasi. Yuan China dan ringgit Malaysia sama-sama menguat 0,11 persen, disusul dolar Singapura yang naik 0,1 persen.
Kemudian, peso Filipina menguat 0,04 persen, won Korea Selatan naik 0,02 persen, dolar Taiwan menguat 0,016 persen, serta dolar Hong Kong naik tipis 0,009 persen. Yen Jepang bergerak relatif stagnan terhadap dolar AS.
Baca Juga: BI Rate Melonjak 5,25 Persen! Ekonomi RI Dipaksa Tarik Rem Darurat
Di sisi lain, rupee India menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah terkoreksi 0,35 persen. Baht Thailand juga tercatat melemah tipis sebesar 0,04 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Siap-siap, BBNI Mau Keluarkan Aksi Korporasi Baru
-
Daftar Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini, 5 Juli 2026
-
Penasihat Presiden Cari Karyawan Korban PHK TikTok Tokopedia
-
Kementerian Ekraf Perluas Pasar Produk Kreatif ke Kanada
-
Kemnaker Klaim Belum Ada Laporan PHK di TikTok Tokopedia
-
Bulog Dukung Gerakan Tanam Padi Serentak di Kawasan Cetak Sawah Merauke
-
BULOG Tindak Lanjuti Laporan Warga di Karawang, Perkuat Pengendalian Hama Gudang
-
Prambanan Jazz Festival Kembali Hadir, Pengunjung Bisa Nikmati Berbagai Promo lewat BRImo
-
Ekonom CORE Minta Danantara Buka Laporan Keuangan 2025, Buktikan Diri SWF Global
-
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud, Setiap Indikasi Korupsi Dilaporkan ke APH