Bisnis / Keuangan
Rabu, 20 Mei 2026 | 15:32 WIB
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Rupiah menguat ke Rp17.653 usai BI naikkan suku bunga 5,25%.
  • Investor sambut positif pemangkasan anggaran MBG pemerintah.
  • Sentimen global masih bayangi penguatan rupiah jangka pendek.

Suara.com - Nilai tukar rupiah berbalik menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Rabu (20/5/2026). Penguatan mata uang Garuda terjadi setelah Bank Indonesia (BI) mengejutkan pasar dengan menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,25 persen.

Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup di level Rp17.653 per dolar AS. Posisi tersebut menguat 52 poin atau 0,29 persen dibandingkan penutupan perdagangan Selasa sebelumnya yang berada di level Rp17.704 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai penguatan rupiah didorong meningkatnya kepercayaan investor terhadap langkah pemerintah dan kebijakan moneter BI.

Menurutnya, pasar merespons positif kebijakan pemangkasan anggaran pemerintah, terutama pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di sisi lain, keputusan BI menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin juga dinilai mampu menopang stabilitas rupiah.

“Rupiah ditutup menguat ke 17.650 meski indeks dolar AS masih melanjutkan kenaikan. Penguatan rupiah ini didorong oleh respons positif investor terhadap langkah pemerintah memangkas anggaran, terutama MBG, serta keputusan mengejutkan BI menaikkan suku bunga sebesar 50 bps,” ujar Lukman kepada Suara.com.

Meski demikian, ia mengingatkan penguatan rupiah berpotensi hanya berlangsung sementara. Pasalnya, sentimen global masih membayangi pergerakan mata uang emerging market, termasuk rupiah.

“Perkembangan domestik idealnya masih bisa mendukung penguatan rupiah untuk paling tidak jangka pendek, namun perkembangan eksternal juga masih akan menjadi perhatian, terutama pernyataan-pernyataan Trump terkait Iran dan risalah pertemuan FOMC malam ini,” jelasnya.

Sementara itu, pergerakan mata uang Asia pada perdagangan sore ini terpantau bervariasi. Yuan China dan ringgit Malaysia sama-sama menguat 0,11 persen, disusul dolar Singapura yang naik 0,1 persen.

Kemudian, peso Filipina menguat 0,04 persen, won Korea Selatan naik 0,02 persen, dolar Taiwan menguat 0,016 persen, serta dolar Hong Kong naik tipis 0,009 persen. Yen Jepang bergerak relatif stagnan terhadap dolar AS.

Baca Juga: BI Rate Melonjak 5,25 Persen! Ekonomi RI Dipaksa Tarik Rem Darurat

Di sisi lain, rupee India menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah terkoreksi 0,35 persen. Baht Thailand juga tercatat melemah tipis sebesar 0,04 persen.

Load More