- Command Center pantau distribusi pupuk nasional secara real-time.
- Penebusan pupuk subsidi naik 34% hingga Mei 2026.
- iPubers awasi 2,5 juta transaksi pupuk tiap bulan.
Suara.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat sistem distribusi pupuk nasional melalui pengoperasian Command Center yang mampu memantau penyaluran pupuk secara real-time, mulai dari pabrik hingga ke tangan petani. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi digital perusahaan untuk memastikan pupuk subsidi lebih cepat diterima dan tepat sasaran.
Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira mengatakan distribusi pupuk menjadi elemen penting dalam menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional. Melalui Command Center, perusahaan membangun sistem distribusi terintegrasi mulai dari produksi, pemantauan stok, hingga pengawasan penyaluran pupuk.
“Distribusi pupuk adalah bagian penting dalam menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional. Melalui Command Center, Pupuk Indonesia membangun sistem distribusi yang terintegrasi, dari produksi, pemantauan stok, hingga pengawasan penyaluran, agar pupuk diterima petani lebih cepat dan tepat sasaran,” ujar Yehezkiel dalam acara PI Insight di Graha Phonska, Jakarta Pusat.
Senior Vice President Distribusi Pupuk Indonesia, Veronika Trisna Sukmawati menjelaskan Command Center menjadi pusat integrasi berbagai sistem digital distribusi pupuk dalam satu dashboard monitoring. Sistem ini juga mendukung implementasi Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 yang menempatkan Pupuk Indonesia sebagai penanggung jawab utama penyaluran pupuk hingga tingkat Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS).
Menurut Veronika, transformasi digital tersebut membuat rantai pasok pupuk menjadi lebih efisien, terintegrasi, dan responsif dari hulu hingga hilir. Command Center juga dilengkapi fitur pelacakan kapal dan truk berbasis GPS sehingga pergerakan distribusi di lapangan dapat dipantau secara langsung sekaligus mendeteksi potensi hambatan maupun penyimpangan.
Selain itu, sistem Distribution Planning and Control System (DPCS) memungkinkan perusahaan memantau kondisi stok pupuk di berbagai wilayah menggunakan indikator warna sebagai early warning system. Dengan sistem ini, daerah dengan lonjakan permintaan pupuk dapat segera direspons tanpa harus menunggu laporan manual.
“Ketika terdapat peningkatan kebutuhan di suatu wilayah, kami dapat segera melakukan penyesuaian pasokan pupuk agar distribusi tetap berjalan lancar dan kebutuhan petani selalu terpenuhi,” kata Veronika.
Hingga 19 Mei 2026, stok pupuk nasional tercatat mencapai 1,17 juta ton dalam kondisi aman. Sementara itu, proses penyaluran pupuk subsidi juga diperkuat melalui aplikasi iPubers yang terintegrasi langsung dengan Command Center.
Senior Vice President Digitalisasi & Data Science Pupuk Indonesia, Yetty Endarwati mengatakan petani cukup membawa KTP untuk menebus pupuk subsidi di PPTS melalui aplikasi tersebut. Saat ini, rata-rata 2,5 juta transaksi penebusan pupuk subsidi dipantau setiap bulan secara real-time.
Baca Juga: Mas Nadiem dan Chromebook: Niatnya Digitalisasi, Kok Berujung 18 Tahun Bui?
Menurut Yetty, data transaksi yang mencakup identitas penerima, jumlah pupuk, waktu transaksi, hingga lokasi penebusan membuat distribusi pupuk subsidi menjadi lebih transparan dan akuntabel. Sistem ini juga memungkinkan deteksi dini terhadap anomali maupun potensi penyimpangan distribusi.
Di sisi lain, Pupuk Indonesia tetap memperkuat pengawasan langsung di lapangan melalui koordinasi dengan Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3), aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan dinas terkait.
VP Perencanaan Penjualan & Penagihan PSO Pupuk Indonesia, Anggy Fajar Maghfiroh mengatakan pengawasan digital dan monitoring lapangan menjadi kombinasi penting untuk menjaga distribusi pupuk subsidi tetap tertib dan tepat sasaran.
Penguatan sistem distribusi tersebut berdampak pada peningkatan realisasi penebusan pupuk subsidi yang mencapai 3,7 juta ton per 19 Mei 2026. Angka itu melonjak sekitar 34% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
SetiabudiInvest Gandeng Bahana Sekuritas, Investor Kini Punya Akses Reksa Dana Lebih Luas
-
Harga Emas Kompak Anjlok di Pegadaian: Antam, UBS, dan Galeri24 Turun Harga!
-
Krom Bank Tahan Seluruh Laba Rp143 Miliar untuk Ekspansi, Kredit Melonjak 103%
-
Potongan Driver Ojol Gojek dan Grab Resmi Turun, Ada Penyesuaian Tarif Baru
-
Wall Street Langsung Meroket Setelah Harga Minyak Anjlok
-
SIG Gandeng BRIN Kembangkan Semen Hijau, Bidik Pasar Material Ramah Lingkungan
-
Dana Nganggur Perbankan Tembus Rp2.551 Triliun, Bank Indoensia Ungkap Penyebabnya
-
Prabowo Minta Dirjen Bea Cukai Dievaluasi, Sosok Petingginya Pernah Dipenjara
-
DSI Ambil Alih Ekspor Komoditas, Rantai Pasok Nasional Bakal Berubah Total?
-
Danantara Yakin PT DSI Bisa Pulangkan Devisa Komoditas ke Indonesia