- Krom Bank tahan laba Rp143 miliar untuk perkuat modal ekspansi.
- Kredit Krom Bank melesat 103%, DPK tumbuh hingga 166%.
- Laba kuartal I-2026 naik 99% ditopang bisnis digital bank.
Suara.com - PT Krom Bank Indonesia Tbk memutuskan menahan seluruh laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp143 miliar untuk memperkuat modal dan mendukung ekspansi bisnis digital ke depan.
Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar bersamaan dengan Public Expose 2026 di Jakarta, Selasa (20/5/2026).
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui 100% laba bersih tahun 2025 dialokasikan sebagai saldo laba ditahan (retained earnings). Langkah ini diambil untuk memperkuat struktur permodalan di tengah persaingan industri perbankan digital yang semakin ketat.
Presiden Direktur Anton Hermawan mengatakan keputusan tersebut menjadi strategi penting untuk menjaga fundamental keuangan tetap sehat sekaligus memperbesar kapasitas pendanaan internal Perseroan.
“Dengan struktur permodalan yang semakin solid, kami optimistis Krom Bank dapat terus menjalankan agenda ekspansi bisnis secara berkelanjutan, meningkatkan daya saing, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Anton.
Sepanjang 2025, Krom Bank mencatat pertumbuhan agresif di berbagai lini bisnis. Pendapatan bunga bersih naik 92% secara tahunan menjadi Rp1,85 triliun dibandingkan Rp965 miliar pada 2024.
Dari sisi neraca, total aset melonjak 84% secara tahunan menjadi Rp12,21 triliun. Penyaluran kredit tumbuh lebih tinggi, yakni 103% YoY menjadi Rp8,63 triliun dari sebelumnya Rp4,25 triliun.
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat signifikan 166% menjadi Rp8,39 triliun, ditopang pertumbuhan tabungan dan deposito digital. Perseroan juga membukukan laba bersih Rp143 miliar atau tumbuh 15% dibanding tahun sebelumnya.
Kinerja positif tersebut berlanjut hingga kuartal I-2026. Dalam Public Expose 2026, manajemen mengungkap total aset Perseroan telah mencapai Rp14,77 triliun atau tumbuh 78% YoY.
Baca Juga: Dana Nganggur Perbankan Tembus Rp2.551 Triliun, Bank Indoensia Ungkap Penyebabnya
DPK tercatat mencapai Rp10,86 triliun atau naik 138%, sedangkan penyaluran kredit meningkat 98% menjadi Rp9,88 triliun. Di sisi profitabilitas, laba sebelum pajak melonjak 99% menjadi Rp89,95 miliar.
Perseroan juga menjaga rasio kecukupan modal (CAR) di level tinggi, yakni 39,78%, yang dinilai memberi ruang cukup kuat untuk ekspansi bisnis ke depan.
Menurut Anton, industri perbankan saat ini menghadapi tantangan besar mulai dari volatilitas pasar keuangan global, tekanan suku bunga, hingga perubahan perilaku nasabah di era digital. Namun di sisi lain, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia membuka peluang besar bagi bank digital untuk tumbuh lebih cepat.
Untuk tahun 2026, Krom Bank menyiapkan sejumlah fokus strategi, mulai dari penguatan ekosistem digital dan pengalaman pengguna, peningkatan kualitas aset dan manajemen risiko, hingga pengembangan produk berbasis kebutuhan nasabah serta kolaborasi strategis dengan berbagai mitra usaha.
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Potongan Driver Ojol Gojek dan Grab Resmi Turun, Ada Penyesuaian Tarif Baru
-
Wall Street Langsung Meroket Setelah Harga Minyak Anjlok
-
SIG Gandeng BRIN Kembangkan Semen Hijau, Bidik Pasar Material Ramah Lingkungan
-
Dana Nganggur Perbankan Tembus Rp2.551 Triliun, Bank Indoensia Ungkap Penyebabnya
-
Prabowo Minta Dirjen Bea Cukai Dievaluasi, Sosok Petingginya Pernah Dipenjara
-
DSI Ambil Alih Ekspor Komoditas, Rantai Pasok Nasional Bakal Berubah Total?
-
Danantara Yakin PT DSI Bisa Pulangkan Devisa Komoditas ke Indonesia
-
SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit
-
Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara
-
AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia