- Investor Jepang memperingatkan Indonesia menghadapi risiko stagflasi akibat pelemahan rupiah dan penurunan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
- Konflik di Timur Tengah menyebabkan kenaikan harga bahan baku impor yang memicu inflasi dan menekan daya beli masyarakat.
- Kondisi ekonomi yang stagnan mengancam pertumbuhan industri nasional dan berisiko memicu pemutusan hubungan kerja secara massal di Indonesia.
Contohnya, untuk produk pembalut dengan fitur khusus seperti antibakteri masih diminati oleh konsumen meski harganya lebih mahal. Tapi untuk deterjen, konsumen masih memilih yang harganya murah.
Tapi menurut Hasegawa masalah ini tidak hanya menimpa sektor produk-produk konsumer.
"Hal yang sama juga terjadi di industri otomotif. Saya yakin keresahan yang sama juga dirasakan di seluruh industri. Jika kondisi ini menyebar ke seluruh pelosok, maka akan memicu siklus ekonomi berbahaya, karena pengeluaran konsumen berkurang, pertumbuhan ekonomi menurun dan memicu pemutusan hubungan kerja," jelas Hasegawa.
Ia mengatakan tanda-tanda kemandekan sudah terlihat dari terus melemahnya rupiah. Sejak awal tahun, nilai tukar rupiah sudah melemah sebesar 5,45 persen - salah satu yang paling buruk di antara negara-negara berkembang. Sejak Prabowo berkuasa, rupiah anjlok sekitar 12 persen.
"Saat ini fluktuasi nilai tukar mata uang adalah indikator kuat atau lemahnya perekonomian sebuah negara," kata Hasegawa, sembari mengingatkan bahwa bahan baku produksi yang diimpor dibayar menggunakan dolar Amerika Serikat.
"Dibandingkan dengan Thailand dan Malaysia, dampak yang dirasakan Indonesia dua kali lipat," tegas dia.
Tag
Berita Terkait
-
Dolar AS Ngamuk, Rupiah Ambruk ke Level Rp17.900
-
Simak Harga Kurs Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA, Ada yang Jual Rp17.950
-
Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal
-
Mengapa Rupiah Melemah saat Mata Uang Lain Menguat? Investor Tak Percaya Pemerintah!
-
Ekonom: Rupiah Telah Melemah Lebih dari 5%
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
Terkini
-
Menko Airlangga Kaji Harga BBM Khusus untuk Nelayan Berkapal Besar
-
B50 Jadi Juru Selamat, Sudah Cukup atau Ada PR Baru?
-
Yudha WK Putra Relawan Gibran Mendadak Viral Usai Diangkat Menjadi Komisaris Jasamarga Tollroad
-
BRI Dukung UMKM Brownies Ketan Naik Kelas, Lewat Pembiayaan dan Pendampingan Tembus Pasar Ekspor
-
BRI Hadirkan ORI030, Pilihan Investasi Aman untuk Bangun Portofolio
-
BNI Kuatkan Tata Kelola Penyaluran KUR
-
Purbaya Akui Penerimaan Bea Cukai 2026 Bisa Meleset dari Target
-
Shortfall Pajak 2026 Bisa Tembus Rp 46,9 Triliun, Purbaya Ancam Rumahkan Pegawai DJP
-
Bisnis Kopi UMKM Moncer 60% Berkat Jualan Online
-
Riset: 66,8% Anak Indonesia Sarapan dengan Kualitas Gizi Rendah