Bisnis / Keuangan
Selasa, 02 Juni 2026 | 14:51 WIB
Suasana bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (7/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • PT TEMAS Tbk menargetkan pendapatan sebesar Rp5,53 triliun pada tahun 2026, meningkat 27 persen dari realisasi tahun sebelumnya.
  • Perusahaan menyiapkan belanja modal Rp2,5 triliun untuk pengadaan kapal baru, peremajaan armada, serta pembangunan infrastruktur pelabuhan tahun 2026.
  • Strategi bisnis mencakup perluasan dermaga Tanjung Priok, operasional pabrik LNG, dan optimalisasi rute untuk meningkatkan kapasitas layanan logistik.

Suara.com - Emiten pelayaran, PT TEMAS Tbk (TMAS ) memasang target pendapatan sebesar Rp 5,53 triliun. Angka itu naik 27 persen dibandingkan realisasi pendapatan pada tahun 2025 yang sebesar Rp 4,34 triliun.

Direktur Business Development TMAS, Ganny Zheng, mengatakan untuk mencapai target tesebut perseroan akan gencar ekspansi bisnis di tengah pertumbuhan industri angkutan kontainer nasional

"Untuk mendukung pengembangan kapasitas operasional, TMAS menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 2,5 triliun pada tahun 2026," ujar Ganny dalam Paparan Publik, Selasa (2/6/2026).

Suasana bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (7/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Menurut dia, sebagian besar belanja modal tersebut akan digunakan untuk pembelian kapal baru guna meningkatkan kapasitas angkutan, peremajaan armada, pengadaan alat penunjang kegiatan pelabuhan, serta pembangunan infrastruktur pelabuhan.

Ganny menegaskan ekspansi armada menjadi salah satu fokus utama perseroan untuk menjaga daya saing dan meningkatkan kapasitas layanan.

"Memasuki tahun 2026, Perseroan berkomitmen melanjutkan ekspansi armada sebagai bagian dari strategi skalabilitas operasional. Fokus utama kami adalah meningkatkan kapasitas layanan sekaligus menjaga efisiensi dan daya saing perusahaan," lanjut Ganny.

Selain itu, TMAS juga tengah mempersiapkan operasional pabrik LNG yang ditargetkan mulai beroperasi pada semester II 2026.

Perseroan juga memperluas layanan logistik terintegrasi dan melanjutkan kerja sama build operate transfer (BOT) dengan PT Pelindo Terminal Petikemas untuk memperluas dermaga di Tanjung Priok dari 340 meter menjadi 485 meter.

Perseroan meyakini ekspansi kapasitas yang telah dilakukan akan menjadi mesin pertumbuhan baru yang mendorong peningkatan kinerja pada tahun ini.

Baca Juga: Emiten MDLA Mulai Ekspansi, Cari Cuan Bisnis Healthcare di Kamboja

Untuk mendukung target tersebut, Perseroan akan mengoptimalisasi ekspansi kapasitas yang telah dijalankan bertranformasi menjadi mesin-mesin pertumbuhan Perseroan, salah satunya dengan pembukaan rute baru dan meningkatkan load factor setiap armada.

TMAS juga menilai strategi yang telah dijalankan selama beberapa tahun terakhir akan meningkatkan efisiensi biaya operasional, terutama melalui penggunaan armada yang lebih hemat dan ramah lingkungan.

Pada tahun buku 2025, TMAS membukukan pendapatan jasa sebesar Rp4,34 triliun, naik tipis 0,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang segmen pendapatan domestik yang meningkat menjadi Rp4,13 triliun dari Rp4,03 triliun pada 2024.

Sementara itu, total aset perseroan tumbuh 19,9 persen menjadi Rp5,29 triliun dari Rp4,41 triliun pada 2024, mencerminkan penguatan posisi keuangan dan ruang ekspansi yang semakin besar ke depan.

Load More