Bisnis / Properti
Rabu, 03 Juni 2026 | 19:31 WIB
PT Waskita Karya (Persero) Tbk atau WSKT mulai menggarap proyek infrastruktur di Arab Saudi. (Dok: Waskita Karya)
Baca 10 detik
  • PT Waskita Karya menggarap berbagai proyek infrastruktur di Arab Saudi sejak tahun 2009 dengan lisensi operasional lengkap.
  • Proyek renovasi mataf di Masjidil Haram berhasil meningkatkan kapasitas tampung jemaah dari 48 ribu menjadi 105 ribu orang.
  • Perusahaan terus memperluas ekspansi bisnis internasional di Timur Tengah melalui kemitraan strategis untuk memenangkan tender proyek infrastruktur.

Suara.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk mulai menggarap proyek infrastruktur di Timur Tengah, salah satunya Arab Saudi. Emiten bersandi saham WSKT telah memiliki lisensi operasional lengkap di Arab Saudi dalam menggarap proyek-proyek infrastruktur.

Salah satu proyek yang tengah dikerjakan yaitu renovasi area terbuka yang mengelilingi Ka'bah atau mataf di Masjidil Haram. Konstruksi yang dikerjakan pada 2013 tersebut merupakan bagian dari perluasan King Abdullah Makkah Extension (KAME) senilai 59 juta riyal Saudi.

Pengerjaan itu bertujuan agar dapat menampung lebih banyak orang. Dengan begitu para jemaah bisa beribadah lebih tenang dan nyaman selama di sana.

Memasuki musim haji, Masjidil Haram pun kembali dipadati jutaan umat Muslim dari seluruh dunia. Jemaah asal Indonesia kembali mendominasi dengan total menembus 221 ribu.

ilustrasi Masjidil Haram (Dok. Pribadi/Oktavia)

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, mengatakan sebelumnya mataf hanya dapat menampung 48 ribu jemaah, namun setelah direnovasi bisa memuat hingga lebih dari 105 ribu jemaah.

"Bagi Waskita, memperluas Mataf Masjidil Haram bukan sekadar mengerjakan proyek, tapi wujud komitmen kami dalam menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi dunia internasional, apalagi Masjidil Haram merupakan tempat suci dan spiritual yang selalu menjadi tujuan masyarakat dunia," ujarnya seperti dikutip, Rabu (3/6/2026).

Ermy menjelaskan, metode yang digunakan dalam menyelesaikan proyek ini yaitu formwork slab dan cantilever beam yang berfungsi sebagai acuan atau cetakan sementara untuk membuat struktur beton sesuai desain yang diinginkan, sehingga lebih presisi dan menghemat waktu serta biaya.

Berikutnya pada bekisting atau cetakan sementara dinding baloknya menggunakan panel baju, lalu bagian bawahnya memakai triplek dan peri kayu.

Mataf bukan satu-satunya proyek yang telah berhasil dirampungkan Waskita Karya di Arab Saudi. Ada pula pengerjaan King Saud Fitness College pada 2011, dengan nilai kontrak sebesar 16 juta riyal.

Baca Juga: IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

Berikutnya King Saud University of Riyadh Techno Valley & Building Administration College di Riyadh pada 2009 senilai 50 juta riyal Saudi. Kemudian pada 2010-2012, Waskita Karya juga membangun King Abdullah Financial District (KAFD) yang terdiri dari 31 lantai. Jeddah Flyover dan King Faisal Specialist Hospital di Jeddah juga bagian dari hasil karya Perseroan.

"Pembangunan sejumlah proyek di Arab Saudi memperkuat posisi Waskita Karya sebagai perusahaan kontraktor yang telah berpengalaman selama 65 tahun mengerjakan lebih dari 100 infrastruktur dalam 10 tahun terakhir, seperti gedung pencakar langit, masjid, sekolah, infrastruktur konektivitas, bandara, infrastruktur air, dan sebagainya. Tidak hanya secara nasional tapi juga internasional," imbuh Ermy.

Ke depannya, lanjut dia, Perseroan akan terus melebarkan sayap ke proyek mancanegara, khususnya Arab Saudi. Manajemen Waskita Karya optimis bisa mencapai langkah itu didorong oleh berbagai strategi, di antaranya menjalin kemitraan strategis, agar lebih mudah menangkap peluang dan mengikuti tender proyek infrastruktur di Arab Saudi serta negara Timur Tengah lainnya.

Load More