- PT Waskita Karya menggarap berbagai proyek infrastruktur di Arab Saudi sejak tahun 2009 dengan lisensi operasional lengkap.
- Proyek renovasi mataf di Masjidil Haram berhasil meningkatkan kapasitas tampung jemaah dari 48 ribu menjadi 105 ribu orang.
- Perusahaan terus memperluas ekspansi bisnis internasional di Timur Tengah melalui kemitraan strategis untuk memenangkan tender proyek infrastruktur.
Suara.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk mulai menggarap proyek infrastruktur di Timur Tengah, salah satunya Arab Saudi. Emiten bersandi saham WSKT telah memiliki lisensi operasional lengkap di Arab Saudi dalam menggarap proyek-proyek infrastruktur.
Salah satu proyek yang tengah dikerjakan yaitu renovasi area terbuka yang mengelilingi Ka'bah atau mataf di Masjidil Haram. Konstruksi yang dikerjakan pada 2013 tersebut merupakan bagian dari perluasan King Abdullah Makkah Extension (KAME) senilai 59 juta riyal Saudi.
Pengerjaan itu bertujuan agar dapat menampung lebih banyak orang. Dengan begitu para jemaah bisa beribadah lebih tenang dan nyaman selama di sana.
Memasuki musim haji, Masjidil Haram pun kembali dipadati jutaan umat Muslim dari seluruh dunia. Jemaah asal Indonesia kembali mendominasi dengan total menembus 221 ribu.
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, mengatakan sebelumnya mataf hanya dapat menampung 48 ribu jemaah, namun setelah direnovasi bisa memuat hingga lebih dari 105 ribu jemaah.
"Bagi Waskita, memperluas Mataf Masjidil Haram bukan sekadar mengerjakan proyek, tapi wujud komitmen kami dalam menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi dunia internasional, apalagi Masjidil Haram merupakan tempat suci dan spiritual yang selalu menjadi tujuan masyarakat dunia," ujarnya seperti dikutip, Rabu (3/6/2026).
Ermy menjelaskan, metode yang digunakan dalam menyelesaikan proyek ini yaitu formwork slab dan cantilever beam yang berfungsi sebagai acuan atau cetakan sementara untuk membuat struktur beton sesuai desain yang diinginkan, sehingga lebih presisi dan menghemat waktu serta biaya.
Berikutnya pada bekisting atau cetakan sementara dinding baloknya menggunakan panel baju, lalu bagian bawahnya memakai triplek dan peri kayu.
Mataf bukan satu-satunya proyek yang telah berhasil dirampungkan Waskita Karya di Arab Saudi. Ada pula pengerjaan King Saud Fitness College pada 2011, dengan nilai kontrak sebesar 16 juta riyal.
Baca Juga: IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
Berikutnya King Saud University of Riyadh Techno Valley & Building Administration College di Riyadh pada 2009 senilai 50 juta riyal Saudi. Kemudian pada 2010-2012, Waskita Karya juga membangun King Abdullah Financial District (KAFD) yang terdiri dari 31 lantai. Jeddah Flyover dan King Faisal Specialist Hospital di Jeddah juga bagian dari hasil karya Perseroan.
"Pembangunan sejumlah proyek di Arab Saudi memperkuat posisi Waskita Karya sebagai perusahaan kontraktor yang telah berpengalaman selama 65 tahun mengerjakan lebih dari 100 infrastruktur dalam 10 tahun terakhir, seperti gedung pencakar langit, masjid, sekolah, infrastruktur konektivitas, bandara, infrastruktur air, dan sebagainya. Tidak hanya secara nasional tapi juga internasional," imbuh Ermy.
Ke depannya, lanjut dia, Perseroan akan terus melebarkan sayap ke proyek mancanegara, khususnya Arab Saudi. Manajemen Waskita Karya optimis bisa mencapai langkah itu didorong oleh berbagai strategi, di antaranya menjalin kemitraan strategis, agar lebih mudah menangkap peluang dan mengikuti tender proyek infrastruktur di Arab Saudi serta negara Timur Tengah lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah
-
Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK
-
Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang
-
Dirikan Brand Minyak Telon, Alumni Geografi UGM Berhasil Pasarkan Produk hingga Asia Tenggara
-
Purbaya Ungkap Fungsi dan Tugas Baru OJK di RUU P2SK, Ini Rinciannya
-
IPO SpaceX Siap Pecahkan Valuasi Tertinggi dalam Sejarah, Setara 10 Kali Lipat APBN
-
S&P Dikabarkan Bahas Downgrade Utang RI, Benarkah?
-
Purbaya Ancam Pecat Petinggi BUMN Ekspor PT DSI Jika Tak Becus: Saya Anggota Pengawas Danantara!
-
Menkeu Purbaya Ramal Rupiah Menguat 3 Bulan Lagi
-
Danantara Akan Terbitkan Surat Utang dalam Dolar AS saat Moody's Beri Outlook Negatif