- PT Pertamina Geothermal Energy mendapatkan pendanaan internasional sebesar Rp7,8 triliun untuk mengembangkan tiga proyek panas bumi strategis nasional.
- Pendanaan tersebut dialokasikan untuk pembangunan PLTP Lumut Balai di Sumatera Selatan serta PLTP Lahendong di Sulawesi Utara.
- Proyek strategis ini bertujuan meningkatkan kapasitas energi nasional guna mendukung transisi energi bersih dan target net zero emission.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, laba bersih perusahaan melonjak 40 persen menjadi 43,90 juta dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 31,35 juta dolar AS.
Pendapatan perusahaan juga meningkat 14,8 persen secara tahunan menjadi 116,56 juta dolar AS.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan produksi energi panas bumi yang terus mencetak rekor. Sepanjang 2025, PGE membukukan produksi listrik tertinggi sepanjang sejarah perusahaan atau all-time high sebesar 5.095 GWh.
Momentum positif berlanjut pada kuartal pertama 2026, di mana produksi listrik meningkat 15,22 persen secara tahunan menjadi 1.370 GWh.
"Masuknya proyek ke dalam Green Book menjadi tonggak penting menuju implementasi dan pengembangan lanjutan," tegas Ahmad Yani.
Dengan tambahan kapasitas dari tiga proyek baru tersebut, PGE diproyeksikan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan potensi panas bumi terbesar di dunia sekaligus mempercepat target transisi energi menuju net zero emission.
Selain meningkatkan ketahanan energi nasional, proyek PGE baru juga berpotensi mengurangi emisi karbon, menarik investasi hijau global, serta menciptakan lapangan kerja baru di sektor energi bersih.
Tag
Berita Terkait
-
Mulai Digitalisasi, Pengumpulan Bahan Baku EBT Biomassa dari Petani Gunakan Sistem Marketplace
-
BJA Group Telah Ekspor 530 Ribu Ton Bahan Baku EBT Biomassa Senilai USD 74,12 Juta
-
Intip Bahan Baku dan Pembentukan Energi Terbarukan Biomassa, Apa Merusak Lingkungan?
-
ESDM Ungkap Alasan Sumber Listrik RI Mayoritas dari Batu Bara
-
Pakar Sebut 2 Kunci Utama untuk Pemerintah Bisa Capai Swasembada Energi
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
Terkini
-
Pasar Sambut Positif Rumor Chatib Basri Jadi Menkeu, tapi Ada Catatannya
-
Kepercayaan Pasar Jadi Taruhan, Isu Pergantian Menkeu Bisa Guncang Rupiah
-
Harga Emas Hari Ini Naik, Antam Tembus Rp2,88 Juta per Gram, Masih Jadi Investasi Incaran?
-
Bekas Klinik Peninggalan Belanda Dimanfaatkan Jadi Kebun Lidah Buaya, Nyiramnya Bisa Lewat HP
-
OJK Catat Aset Industri Asuransi Tembus Rp1,2 Kuadriliun pada April 2026, Tumbuh 3,39 Persen
-
Belanja Negara Capai Rp1.365,4 Triliun hingga Mei 2026, Tumbuh 34,4 Persen
-
Saham BBCA dan BBRI Sedang 'Cuci Gudang', Saatnya Borong?
-
Pasar Modal Indonesia Ditinggal Investor, 15 Perusahaan Masih Nekat IPO Tahun Ini
-
MinyaKita Hilang dari Rak Toko, Tukang Gorengan Akui Rugi Pengeluaran Bengkak
-
Punya Rumah Tak Lagi Ribet, Pengajuan KPR untuk Gen Z Dipermudah