Bisnis / Keuangan
Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:37 WIB
Agen BRILink Bambang Marogono yang menjadi BRILink terbaik di Klaten pada 2021. (Suara.com/Irwan Febri)
Baca 10 detik
  • Hingga Maret 2026, PT Bank Rakyat Indonesia mencatat sebanyak 1,18 juta agen BRILink telah beroperasi menjangkau pelosok desa.
  • BRI Cabang Klaten mencatat 1.108 agen aktif dengan total perputaran uang mencapai Rp1,13 triliun per April 2026.
  • Perluasan layanan BRILink berhasil meningkatkan inklusi keuangan serta memberikan kemudahan akses transaksi perbankan bagi masyarakat secara efisien.

Salah satu agen BRILink di Klaten,  Bambang Margono, pun mengaku sehari-sehari mampu melayani rata-rata 70 transaksi selama lima bulan terakhir. Sejak menjadi agen dari tahun 2013, dirinya merasakan peningkatan ekonomi yang signifikan.

Hasil dari menjadi agen mampu membuatnya membeli toko dan dulunya disewa. Ia juga membeli tiga tanah di sekitar rumahnya sebagai investasi di masa tua.

"Alhamdulillah punya pemasukan. Toko ini dulu ngontrak, waktu masih pertama jadi agen BRILink. Sekarang toko sudah jadi milik sendiri dan direnovasi seperti sekarang," ungkap Bambang.

"Tiap hari bisa megang uang, bisa beli tanah, sudah tiga kali. Motor yang dulunya tidak baru yang bisa beli baru. Mudah-mudahan ya semakin maju usahanya," lanjutnya.

Manfaat BRILink Dirasakan Masyarakat

Keberadaan agen yang tersebar hingga desa-desa membuat masyarakat lebih mudah melakukan transaksi menjadi lebih fleksibel, tidak terbatas jam kerja bank.

Keberadaan agen BRILink turut membantu meningkatkan inklusi keuangan di masyarakat karena layanan perbankan kini semakin mudah dijangkau.

Petugas Penunjang Bisnis Keagenan (PPBK) BRI Cabang Klaten, Sugeng Priyanto, saat meninjau agen BRILink Bambang Margono, Jumat (8/5/2026). (Suara.com/Irwan Febri)

"Dampaknya sekarang, masyarakat kapanpun dan berapapun bisa. Kalau di bank terbatas waktu, dari jam 8 sampai jam 3 sore," ujar Sugeng.

"Kalau di agen BRILink kan tidak ada batasan waktu. Nasabah mau bangun tidur ke agen BRILink bisa. Kalau dulu harus ke kantor nunggu kantor dulu," lanjutnya.

Baca Juga: Dipastikan Degradasi, Semen Padang Janji Tetap Profesional saat Hadapi Persebaya Surabaya

"Sekarang bangun tidur belum mandi mau langsung transaksi transfer dan tarik tunai bisa, tidak harus ke bank. Mau malam misalkan anaknya ngekos sekolah di luar daerah, butuh uangnya malam bisa setor malam," tuturnya menambahkan.

Hal ini turut dirasakan oleh Puji Astuti selaku nasabah di Klaten yang kerap menggunakan BRILink. Menurutnya, bertransaksi di BRILink lebih efisien karena tidak perlu mengantre.

Ia bahkan berharap semakin banyak adanya BRILink di desa. Bahkan, harapannya bisa ada di setiap RW (Rukun Warga) atau dukuh.

Pelanggan BRILink Bambang Margono, yakni Puji Astuti, usai melakukan transaksi pada Jumat (8/5/2026). (Suara.com/Irwan Febri)

"Saya sering ke BRILink karena lebih efisien waktunya sama tidak usah antre. Dekat dari rumah. Aslinya BRI juga dekat, tapi antre," ujar Puji Astuti.

"Kalau bisa ya lebih merata. Ini kan tempat ramai ya. Kalau yang tempat, seperti warung-warung sekitar rumah per dukuh atau RW ada. Harapannya lebih banyak lagi," imbuhnya.

Meski jumlah agen terus meningkat, BRI Cabang Klaten menegaskan bahwa fokus utama saat ini bukan hanya kuantitas, tetapi kualitas agen aktif.

“Sebenarnya kami tidak mengejar kuantitas, lebih ke kualitas. Kalau jumlah sebenarnya banyak, ada 4.614. Tapi yang aktif transaksi 1.108 tadi,” ujar Sugeng.

“Sekarang kami fokus di 2026, dari yang sebelumnya belum aktif transaksi menjadi aktif transaksi. Memperbaiki kualitasnya, bukan hanya menambah jumlah,” tuturnya menutup.

Dari jaringan agen yang terus berkembang hingga perputaran uang yang mencapai triliunan rupiah, BRILink di Klaten menunjukkan bagaimana layanan keuangan sederhana dari warung-warung kecil mampu menjadi penggerak besar ekonomi masyarakat, sekaligus mendekatkan akses perbankan hingga ke pelosok desa.

Load More