Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso. [Suara.com/Achmad Fauzi].
Baca 10 detik
- Pemerintah Amerika Serikat akan menerapkan tarif dagang 10% terhadap komoditas ekspor Indonesia mulai Juli 2026 mendatang.
- Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut hasil investigasi USTR mengenai praktik kerja paksa dan kapasitas produksi manufaktur.
- Indonesia berhasil mendapatkan tarif minimum karena memiliki komitmen regulasi ketenagakerjaan yang kuat sesuai standar internasional.
"Surplus terbesar kita itu ke Amerika. Ya, tahun 2025 surplus kita 18,11 miliar US dollar. Ya, ekspor kita sekitar 30,6 militar US dollar. Amerika adalah pangsa ekspor kita 11 persen, pangsa ekspor kita itu ke Amerika," ungkap Budi menjabarkan data makro.
Sebagai penutup, optimisme jajaran Kementerian Perdagangan didasarkan pada rekam jejak historis performa ekspor nasional.
Berdasarkan evaluasi berkala, ketika ketegangan dan pemberlakuan kebijakan tarif resiprokal AS bergulir pada periode sebelumnya, volume pengapalan barang dari Indonesia menuju pelabuhan-pelabuhan Amerika justru menunjukkan kurva pertumbuhan yang positif.
"Jadi justru ketika ada reciprocal tarif kemarin, ekspor kita terus meningkat," pungkas Budi Santoso.
Komentar
Berita Terkait
-
Transjabodetabek Tak Mungkin Bertahan di Tarif Rp 3.500
-
Ekspor Sampah Plastik Disebut Solusi Daur Ulang, Penelitian Ungkap Dampak Kesehatannya
-
Tok! Ekspor Batu Bara hingga Sawit Kini Wajib Lewat Danantara
-
Tak Hanya Batu Bara dan Sawit, DSI Berpotensi Atur Ekspor Komoditas Lain
-
Perhatian Pengusaha! DSI Bisa Atur Harga Ekspor Komoditas
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Kepercayaan Investor Asing Hilang, Rupiah dan IHSG Kompak Melemah Hari Ini
-
Rupiah Jeblok ke Rp 18.100, Purbaya Ungkap Nasib Utang Pemerintah dan Subsidi Energi
-
Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp 123,8 Triliun di Mei 2026, Purbaya Klaim Manufaktur Mulai Kuat
-
Bea Keluar Batubara Belum Layak Dibahas Saat Ini
-
Jadwal Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi PPPK Sekolah Rakyat 2026
-
Satu Seperempat Abad Melayani Negeri, PT Pegadaian Konsisten Terdepan Melayani Masyarakat
-
Biaya Jualan di e-commerce Berubah Total? Ini Penjelasan PMSE yang Resmi Berlaku
-
Rupiah Semakin Tak Bernilai, Indonesia Barter Baja dan Bahan Baku Tekstil dengan Filipina
-
Sah! RI Bakal Impor 150 Juta Barel Minyak Rusia Lewat Lemigas Hingga Akhir 2026
-
Asing Borong Tombol Jual, Saham BCA Rontok Hampir 40% Sejak Awal Tahun