Bisnis / Keuangan
Senin, 08 Juni 2026 | 16:52 WIB
IHSG kembali melemah. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp18.187 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin, 8 Mei 2026.
  • Pelemahan terjadi akibat kombinasi sentimen negatif global, eskalasi Timur Tengah, serta krisis kepercayaan terhadap kondisi domestik.
  • Indeks Harga Saham Gabungan turut terkoreksi 4,52 persen ke level 5.342 akibat hilangnya kepercayaan investor asing di Indonesia.
Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]

Senasib dengan rupiah, IHSG juga mengalami pelemahan pada penutupan Senin ini ke level 5.342 atau turun 4,52 persen.

Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, pelemahan IHSG ini imbas dri hilangnya kepercayaan investor asing ke pasar saham Indonesia.

"Selain itu, sentimen Iran dan Israel saling melakukan serangan, sehingga mengancam gencatan senjata yang rapuh. Akibatnya harga minyak mentah naik lebih dari 4 persen, sehingga meningkatkan risiko akan potensi kenaikan inflasi yang berlanjut serta potensi pelebaran defisit APBN 2026," tulis Phintraco Sekuritas.

Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah level MA200 monthly, sehingga potensi penurunan IHSG lebih lanjut masih berpeluang terbuka secara teknikal.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Load More