Bisnis / Keuangan
Senin, 08 Juni 2026 | 16:52 WIB
IHSG kembali melemah. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp18.187 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin, 8 Mei 2026.
  • Pelemahan terjadi akibat kombinasi sentimen negatif global, eskalasi Timur Tengah, serta krisis kepercayaan terhadap kondisi domestik.
  • Indeks Harga Saham Gabungan turut terkoreksi 4,52 persen ke level 5.342 akibat hilangnya kepercayaan investor asing di Indonesia.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terus tertekan terhadap dolar AS hingga penutupan perdagangan, Senin 8 Mei 2026. Bahkan, rupiah terus cetak rekor terburuknya.

Berdasarkan data kompilasi pasar spot Bloomberg, rupiah ditutup melemah ke level Rp 18.187 per dolar AS atau turun sebesar 151 poin atau setara 0,8  persen.

Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan penyebab rupiah tertekan dikarenakan kombinasi sentimen dalam negeri maupun luar negeri.

"Rupiah ditutup melemah cukup besar terhadap dolar AS di tengah sentimen risk off global dan penguatan dolar AS serta eskalasi di Timur Tengah," katanya saat dihubungi Suara.com.

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Dia menambahkan rupiah juga tertekan oleh sentimen domestik yang telah menjadi krisis kepercayaan. Data yang menunjukkan kembali menurunnya cadangan devisa  juga ikut menekan rupiah. 

"Dengan kecepatan perlemahan saat ini, Rp 19.000 bisa di capai dalam 1-2 minggu," jelasnya.

Pelemahan rupiah juga terjadi di beberapa mata uang Asia lainnya. Salah satunya ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 1,03 persen.

Lalu, ada rupee India terkoreksi 0,74 persen dan peso Filipina ditutup anjlok 0,31 persen. Disusul, dolar Taiwan yang ditutup ambles 0,29 persen. 

Selain itu, ada baht Thailand turun 0,26 persen dan dolar Hong Kong melemah tipis 0,008% terhadap the greenback.

Baca Juga: Rupiah Jeblok ke Rp 18.100, Purbaya Ungkap Nasib Utang Pemerintah dan Subsidi Energi

Sementara itu, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 1,73 persen.

Diikuti, yuan China naik 0,06 persen dan dolar Singapura terkerek 0,05 persen. Lalu ada yen Jepang yang menguat tipis 0,04 persen.

Berikut daftar nilai tukar yang mengalami kenaikan dan penurunan:

Daftar Mata Uang Asia yang Melemah terhadap Dolar AS:

  • Ringgit Malaysia: -1,03 persen
  • Rupiah Indonesia: -0,84 persen
  • Rupee India: -0,74 persen
  • Peso Filipina: -0,31 persen
  • Dolar Taiwan: -0,29 persen
  • Baht Thailand: -0,26 persen
  • Dolar Hong Kong: -0,008 persen

Daftar Mata Uang Asia yang Menguat terhadap Dolar AS:

  • Won Korea Selatan: +1,73 persen
  • Yuan China: +0,06 persen
  • Dolar Singapura: +0,05 persen
  • Yen Jepang: +0,04 persen

IHSG Turut Melemah

Load More