Bisnis / Keuangan
Senin, 08 Juni 2026 | 19:45 WIB
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun dalam acara CFX Crypto Conference 2026 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026). (Suara.com/Mohammad Rhadzaki Ramadhan)

Suara.com - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengingatkan pentingnya membangun kedaulatan ekosistem aset digital nasional agar Indonesia tidak hanya menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan industri kripto global.

Hal itu disampaikan Misbakhun saat menjadi pembicara dalam panel diskusi CFX Crypto Conference 2026 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026).

Misbakhun menjelaskan aset kripto saat ini tidak lagi terbatas sebagai instrumen investasi, tetapi telah berkembang ke berbagai pemanfaatan nyata yang berpotensi memengaruhi arah ekonomi digital suatu negara.

Dalam paparannya, Misbakhun menyebut Indonesia memiliki 21,37 juta investor aset kripto terdaftar hingga Maret 2026. Sementara nilai transaksi aset kripto sepanjang 2025 mencapai Rp482,23 triliun.

Menurut Misbakhun, besarnya potensi pasar itu harus diimbangi dengan kemampuan Indonesia membangun ekosistem digital yang kuat dan berdaulat.

Ia menyoroti perkembangan stablecoin global yang semakin dominan dalam berbagai aktivitas ekonomi digital. Berdasarkan data yang dipaparkan, lebih dari USD300 miliar stablecoin beredar di dunia dan sekitar 99 persen di antaranya dipatok pada dolar Amerika Serikat (USD).

Misbakhun menilai kondisi ini dapat menimbulkan tantangan bagi banyak negara, termasuk Indonesia, apabila tidak mampu menghadirkan solusi dan inovasi domestik yang kompetitif.

"Aset kripto tidak lagi sekadar instrumen investasi, melainkan telah berekspansi secara masif ke dalam berbagai use case riil," ujar Misbakhun.

Ia menilai pengembangan ekosistem aset digital nasional menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatan ekonomi di era transformasi digital.

Baca Juga: Jejak Uang Rp145,5 Miliar Kasus Imigrasi, KPK Temukan Aset Kripto Rp1,2 Miliar

Karena itu, regulasi dan penguatan infrastruktur industri dinilai perlu terus dikembangkan agar manfaat ekonomi dari perkembangan teknologi blockchain dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat Indonesia.

"Bagaimana nanti ini kita atur ini bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk anak bangsa kita sendiri," kata Misbakhun.

Dalam kesempatan yang sama, Misbakhun juga menyoroti pentingnya membangun fondasi kelembagaan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan industri aset digital nasional.

Ia menjelaskan Indonesia telah mengambil langkah strategis melalui pemisahan fungsi dalam ekosistem perdagangan aset kripto. Struktur itu mencakup bursa aset kripto sebagai pencatat transaksi dan penjaga integritas pasar, lembaga kliring sebagai penjamin penyelesaian transaksi, serta lembaga kustodian yang bertugas menjaga keamanan aset pelanggan.

Misbakhun menilai pendekatan itu menjadi modal penting bagi Indonesia untuk memperkuat daya saing industri aset digital sekaligus menjaga perlindungan konsumen.

CFX Crypto Conference 2026 mengangkat tema "Mewujudkan Kedaulatan Ekosistem Aset Kripto: Mengakselerasi Infrastruktur dan Inovasi Produk untuk Pertumbuhan Nasional". Forum ini mempertemukan regulator, pelaku industri, dan inovator untuk membahas arah pengembangan ekosistem aset digital Indonesia ke depan.***

Kontributor: Mohammad Rhadzaki Ramadhan

Load More