Bisnis / Makro
Selasa, 09 Juni 2026 | 16:38 WIB
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan bersama ekonom Chatib Basri menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Keprsidenan Jakarta pada Selasa (6/9/2026). [Suara.com/Novian Ardiansyah]
Baca 10 detik
  • Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan dan ekonom Chatib Basri bertemu Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan pada Selasa (6/9/2026).
  • Pertemuan tersebut memicu spekulasi mengenai pergantian posisi Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Chatib Basri.
  • Luhut menyatakan pertemuan rutin tersebut dilakukan guna melaporkan kondisi ekonomi terkini tanpa membahas isu pergantian menteri.

Saat menjabat sebagai Menkeu itulah Chatib dikenal sebagai spesialis krisis ekonomi. Karena ketika itu, dia ditugaskan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk membawa Indonesia keluar dari krisis ekonomi Taper Tantrum.

Saat itu Indonesia bersama lima negara berkembang lainnya masuk dalam kelompok negara paling rentan terperosok dalam krisis akibat Taper Tantrum - gejolak pasar keuangan global yang dipicu oleh rencana bank sentral Amerika Serikat, untuk mengurangi program stimulus Quantitative Easing.

Keputusan ini memicu kepanikan investor global yang kemudian menarik modal besar-besaran dari negara berkembang (emerging markets), termasuk Indonesia. Adapun Indonesia sangat tergantung pada investasi asing untuk membiayai transaksi berjalan saat itu dan hingga saat ini.

Chatib, seperti yang dijelaskannya di X, pada saat itu menjadi salah satu tokoh kunci untuk membawa Indonesia keluar dari krisis.

"Saat itu rupiah melemah dan kekhawatiran krisis keuangan terjadi. Indonesia dikategorikan masuk ke dalam fragile five. Namun dengan kombinasi pengetatan fiskal, BI menaikkan suku bunga dan expenditure switching policy, Indonesia bersama India berhasil keluar dari fragile five dalam waktu tujuh bulan," terang Chatin.

Salah satu langkah berani Chatib ketika itu adalah mengurangi subsidi BBM dan menggunakan anggarannya untuk memberikan bantuan sosial kepada masyarakat. Berkat langkah-langkah itu, investasi asing pun kembali ke Indonesia.

Load More