- Nilai tukar Rupiah menguat ke level Rp17.900 per Dolar AS pada Rabu (10/6/2026) setelah sebelumnya sempat melemah signifikan.
- Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menginisiasi konsolidasi lintas lembaga untuk memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter nasional.
- Pemerintah berencana meningkatkan daya tarik instrumen keuangan dan melakukan pembelian kembali saham strategis guna menjaga stabilitas pasar modal.
Suara.com - Pasar keuangan domestik menunjukkan sinyal positif yang sangat kuat pada pertengahan pekan ini, Rabu (10/6/2026). Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat terpantau terus merangkak naik dan berhasil membalikkan keadaan setelah sempat tertekan hebat.
Rabu pagi, mata uang Garuda bergerak perkasa ke kisaran Rp17.900 per Dolar AS, dan menjadi paling perkasa di Asia. Ini menjadi lonjakan signifikan, mengingat posisi sebelumnya yang sempat bertengger di atas level psikologis Rp18.000.
Penguatan konsisten sejak Senin (8/6) hingga Rabu ini tidak terjadi secara kebetulan. Setidaknya, pergerakan tersebut terjadi setelah terdapat manuver para petinggi negara yang diinisiasi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad pada akhir pekan lalu.
Sejak Sabtu (6/6), Dasco secara maraton mengumpulkan para stakeholder ekonomi dan moneter, guna meredam spekulasi negatif serta mengembalikan kepercayaan investor, baik dari dalam maupun luar negeri.
Konsolidasi Fiskal-Moneter
Langkah strategis ini dimulai pada Sabtu pagi di Gedung DPR, di mana Dasco menggelar pertemuan tertutup dengan figur-figur kunci otoritas ekonomi, yakni Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Pertemuan darurat di akhir pekan ini, menjadi sinyal kuat bagi pasar bahwa pemerintah dan parlemen tidak tinggal diam melihat fluktuasi mata uang.
“Hari ini, DPR sengaja berkumpul dengan teman-teman dari otoritas moneter maupun fiskal, serta pemerintah. Kami mengevaluasi perkembangan ekonomi," kata Dasco.
Tujuan pertemuan itu adalah agar antara fiskal dan moneter bisa saling mendukung demi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.
Baca Juga: Rupiah Menguat ke Level Rp17.908 per Dolar AS Paling Perkasa di Asia
Koordinasi lintas lembaga ini sangat krusial. Dasco menegaskan, kesepahaman antara DPR dan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi adalah modal utama untuk menenangkan publik.
“Alhamdulillah, pertemuan koordinasi ini menghasilkan sejumlah kesepakatan moneter maupun fiskal," kata dia.
Menjaga Aliran Modal Asing
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyambut baik inisiatif parlemen tersebut. Menurutnya, di tengah tingginya suku bunga global yang memicu arus modal keluar (outflow), sinkronisasi antara kebijakan moneter dan fiskal menjadi harga mati.
“Fiskal dan moneter harus seirama, saling dukung dan memperkuat. Ini pentingnya koordinasi untuk menstabilisasi nilai tukar Rupiah," kata Perry.
Lebih lanjut, Perry menjelaskan salah satu strategi yang disepakati adalah meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Tag
Berita Terkait
-
Rupiah Menguat ke Level Rp17.908 per Dolar AS Paling Perkasa di Asia
-
Dasco: Pak Luhut dan Chatib Basri Mengadap Presiden Prabowo soal Strategi Ekonomi
-
Ini Isi Pertemuan Prabowo dengan Chatib Basri di Istana
-
UU Polri Baru Disahkan, tapi Reformasi Butuh Lebih dari Sekadar Pasal
-
Rumor Pergantian Menkeu Menguat Usai Chatib Basri Bertemu Prabowo, Ini Kata Dasco
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
KAI Pajang Aset Siap Bisnis, dari Stasiun hingga Lahan Komersial
-
BBM Langka Usai Kenaikan Harga, SPBU Vivo Hentikan Operasional
-
Usai Isu Reshuffle Menkeu, Purbaya Kini Janji Lakukan Penghematan Belanja Besar-besaran
-
Ekonom Sayangkan Harga BBM Naik Terlalu Tinggi, Padahal Pemerintah Bisa Cegah Sejak Awal
-
BI Rate Naik, Bank Mandiri Segera Sesuaikan Bunga Kredit dan Tabungan
-
Stok BBM di SPBU BP, Vivo dan Shell Langka setelah Pertamina Naikkan Harga
-
Indonesia Dua Tahun Bebas dari Daftar Kasus ILC, Menaker Soroti Kuatnya Dialog Sosial
-
BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun Per Bulan, Terancam Gagal Bayar
-
Indonesia-Singapura Umumkan Kerja sama Ekonomi, Dari Investasi hingga Rute Pesawat
-
Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Grup Salim (SIMP), Kejaksaan Agung Periksa Maybank